MALUKUnews, Jakarta: Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta masyarakat dan warga Muhammadiyah tetap berpikir cerdas dan bersikap dewasa melihat situasi politik yang menghangat jelang pilpres 2019.

Pro dan kontra mengenai politik yang menyeret ormas keagamaan dalam berbagai kaitannya menyeruak ke permukaan. Sikap elite dan pendukung masing-masing pasangan sampai batas tertentu saling klaim dan saling serang secara politik.

Haedar yakin kondisi memanas seperti akan terus berlangsung sampai April 2019. Karenanya ia mengimbau elite dan warga bangsa, khususnya para pendukung kedua pasangan tetap mengedepankan etika politik dan suasana kebangsaan yang damai, toleran, dewasa, dan menjunjung tinggi keutuhan bangsa.

"Politik lima tahunan jangan mengorbankan perjalanan bangsa yang panjang. Jadikan perbedaan politik sebagai sesuatu yang wajar dan normal. Khusus bagi warga Muhammadiyah agar tetap cerdas dan dewasa sebagaimana sikap anggota Persyarikatan selama ini," kata Haedar dalam keterangannya, Kamis (16/8).

Ia mengimbau masyarakat tidak terpancing oleh situasi politik dan pernyataan-pernyataan elite politik secara berlebihan. "Tunjukkan anggota, aktivis dan elite Muhammadiyah itu bijak, dewasa, cerdas, dan memiliki keadaban luhur seperti karakter Muhammadiyah selama ini," ujar dia.

Muhammadiyah secara kelembagaan juga tetap terjaga kepradian dan khittahnya sebagai organisasi dakwah kemasyarakatan yang hadir untuk mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan perikehidupan umat dan bangsa.(republika.co.id)