MALUKUnews, Jogyakarta: Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atau mempercayai isu atau informasi yang menyebar dijejaring media sosial yang belum terbukti kebenarannya. Jangan mudah percaya. Ini tahun politik. Medsos bisa dijadikan sarana saling menjatuhkan.

Saya ingatkan kepada masyarakat luas terutama para mahasiswa yang aktif disemua media sosial (Medsos) untuk tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang menyebar dijejaring medsos yang belum tentu terbukti kebenarannya, kata Afifuddin dalam Seminar Nasional Kepemiluan dengan tema ‘Aktivisme Digital Sehat, Sambut Pemilu Bermartabat’, di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (12/12/2018).

“Masyarakat harus cerdas dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi. Medsos bisa menjadi racun yang mematikan jika kita tidak hati-hati dalam menggunakannya. Penyebaran isu hoax begitu merajalela, apalagi jelang Pemilu 2019. Untuk itu, jangan mudah percaya jika belum terbukti kebenarannya,” ujar Afif.

Medsos, sambung Afif, saat ini merupakan sarana yang diminati banyak kalangan dalam menyampaikan informasi terkait kepentingan pribadi atau golongan dengan harapan mendapatkan respons yang baik dari pengguna Medsos yang lain. Akan tetapi, tidak sedikit medsos ini dijadikan wadah untuk menyebarkan berita palsu, menjatuhkan seseorang atau kelompok demi memuluskan dalam merebut suatu kekuasaan.

“Dengan demikian, sekali lagi saya ingatkan kepada masyarakat secara luas untuk kiranya lebih cerdas dalam menyimpulkan suatu informasi yang beredar. Jangan mudah terprovokasi sehingga kita menjadi pelaku hoax didalamnya,” tegas Mantan Koordinator Nasional JPPR itu.

Untuk diketahui, Pemilu serentak 2019 akan dilangsungkan pada 17 April 2019. Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi tersebut, Pemilu harus dilaksanakan dengan riang gembira, menyenangkan bagi semua kalangan masyarakat.

Kita suarakan bersama bahwa Pemilu adalah sesuatu yang menggembirakan. Pemilu, sambung Afif, jangan dibuat rumit dan menakutkan. Jika pun ada pelanggaran maka suport Bawaslu untuk menanganinya sehingga Pemilu tetap berjalan aman dan sukses.

“Intinya, Pemilu 2019 harus dilangsungkan dengan kegembiraan dengan cara, cerdas dalam menyaring informasi di medsos yang kita belum mengetahui kebenarannya, tidak menyebarkan isu hoax, ikut mengawasi, dan menjadi pemilih yang rasional,” ujar Afif. (bawaslu.go.id)