MALUKUnews, Jakarta: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengungkapkan alasan pemerintah membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) adalah untuk menutup kebutuhan tenaga pengajar atau guru.

Syafruddin mengatakan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terdapat lebih dari 100 ribu guru yang akan pensiun hingga 2019 mendatang. Belum lagi jumlah kebutuhan guru negeri untuk memenuhi seluruh wilayah Indonesia.

"Guru kita itu menurut data Kemendikbud, tahun ini 52 ribu guru pensiun, tahun depan 50 ribu. Jadi kalau kita rekrut sekarang ini 112 ribu, itu untuk mengcover guru yang pensiun tahun ini dan tahun depan. Sementara guru sendiri ini, kekurangan guru 700 ribu, menurut data dari Kemendikbud," jelasnya kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Oleh karena itulah, kata Syafruddin, pemerintah membuka lowongan CPNS dan formasi paling banyaknya untuk profesi tenaga pengajar.

"Dan catatannya, di dalamnya ada tenaga pengajar di bidang agama. Guru-guru agama, Madrasah dan sebagainya," katanya.

Selain itu, kurangnya profesi tenaga kesehatan juga menjadi alasan lain pemerintah dalam membuka lowongan ini. Syafruddin bilang, saat ini banyak tenaga kesehatan yang dibutuhkan di berbagau pelosok Indonesia.

"Di Puskesmas itu banyak yang tidak ada dokternya, cuma ada perawat. Oleh karena itu kita rekrut dokter. Perawatnya kurang, bidannya kurang. Kadang-kadang 2 desa dilayani 1 bidan, direkrutlah bidan. Makanya 60 ribu bidan, banyak mengeluh masyarakat. Orang mau beranak ke dukun, karena bidan nggak ada. Nah kira-kira itu listening-nya, tidak ada yang lain. Jadi kepentingan negara dan rakyat," tuturnya. (detik.com)