MALUKUnews, Ambon: Murad Ismail menyatakan siap menerima tantangan debat, tapi semua ada waktunya. Debat politik sendiri telah diatur dalam UU Pemilu. Topik debat kemiskinan tunjukkan kepanikan petahana.

Bagi Murad Ismail bakal calon Gubernur Maluku sudah sangat siap meladeni ajakan debat Calon Petahana Gubernur Maluku Said Assagaf. “MI sebutan akrab Murad Ismail sangat siap menerima tantangan debat Said Assagaf,” kata Azis Tunny, Juru Bicara Murad Ismail menjawab Kabar Timur, kemarin.

Menurut Azis, untuk tantangan debat soal kemiskinan yang dilontarkan Said Assagaf menjadi menarik dan kandidatnya (Murad Ismail), sudah sangat siap. “Saya kira semua akan ada waktunya. Lagian di dalam UU Pemilu telah dijadwalkan dengan jelas dan terang. Kita tunggu saja sampai waktunya tiba,” tandas Azis Tunny.

Azis yang juga mantan jurnalis The Jakarta Post ini, menyentil soal topik debat yang ditantang Petahana Said Assagaf. Bagi dia, tantangan dengan topik kemiskinan di Maluku ini sejatinya salah alamat. Terkait topik yang dilontarkan itu, mestinya petahana Said Assagaf, kata Azis, terlebih dahulu melakukan klarifikasi dengan masyarakat.

“Petahana ini mulai panik. Apa yang mau kita didebatkan tentang kemiskinan Maluku. Kita tahu sendiri, masyarakat Maluku masih banyak yang hidup susah dan jauh dari kata sejahtera, dan itu sudah terbukti dan terdata secara sah oleh Negara,” tegasnya.

Dikatakan, tantangan itu juga telah menunjukan rasa kekhawatiran yang kuat didalam kubu petahana menghadapi wacana kemiskinan Maluku yang mempati posisi tiga termiskin di Indonesia.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) itu jelas, Maluku awalnya ada di posisi empat termiskin, sekarang bukan tambah naik malah menurun di posisi tiga termiskin. Status Maluku yang seperti ini, petahana sengaja mengundang debat guna menepis semua wacana yang ada,” jelasnya.

Terkait pernyataan petahana tentang hasil surveinya masih tinggi melebihi semua kandidat,Azis mengaku, survey untuk petahana dilakukan lembaga survey MMS, yang mana merupakan lembaga survey lokal, menurutnya hasil tersebut hanya bersifat klaim-klaim semata.

“Saya ini juga kenal MMS, sangat wajar kalau mereka menyatakan Incumbent memiliki survey tertinggi. Pasalnya, MMS kita ketahui sendiri sudah sangat dekat dengan petahana sejak lama,” jelasnya.

Untuk itu, sambungnya, MI akan segera mengumumkan hasil surveinya yang telah dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dia menambahkan LSI telah diakui dengan prestasinya, jadi tidak ada unsur asal klaim dari hasil LSI.

“LSI itu sudah diakui, mereka lembaga survey nasional, dan saya kira pernyataan yang dikeluarkan oleh LSI dari hasil survey tentang Maluku menginginkan pemimpin baru itu, adalah fakta yang ditemui di lapangan,” paparnya.

Terkait pernyataan petahana tentang dirinya bisa dikalahkan hanya dengan kecurangan, yang dilakukan lawanya, diakui, tanpa sadar petahana telah menampar dirinya sendiri, sebab yang berpotensi melakukan kecurangan di Pilkada adalah seorang Incumben.

“Incumbent itu, menahan semua birokrasi di Maluku. Jadi yang berpotensi besar melakukan kecurangan dengan mengarahkan kekuasaanya demi mencapai kemenangan itu penguasa. Jadi saya rasa itu adalah kata-kata tamparan bagi diri sendiri,”ungkapnya. (Kabar Timur)