MALUKUNEWS, Ambon: Sejumlah dosen dan pegawai di lingkungan Universitas Iqra Buru (Uniqbu) dikabarkan akan dipecat. Mereka yang akan dipecat itu adalah orang-orang yang dianggap telah menghasut mahasiswa untuk melakukan aksi demo melawan yayasan Iniqbu yang terjadi beberapa waktu lalu. Isu pemecatan itu kini santar di lingkungan civitas akademika Uniqbu.

Ketua Yayasan Uniqbu, Abdurahman Tukuboya yang dikonfirmasi Moluken.com, Kamis (11/07), sore, menepis isu adanya pemecatan itu. Menurut Tukuboya, isu pemecatan itu adalah isu sesat yang sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang mau memperkeruh suasana di kampus Uniqbu yang sudah mulai kondusif ini. “ Kami tidak sembarangan memecat orang. Kalau memecat orang itu ada aturannya. Ini negara hukum, jadi kita tidak sembarangan pecat pegawai, semuanya itu ada mekanismenya,” ucap Tukuboya saat dihubungi Moluken.com via ponselnya.

Lanjut Tukuboya, isu pemecatan dosen dan pegawai yang tidak berhaluan dengan yayasan itu adalah fitnah. Yayasan tidak pernah berfikir jauh untuk memecat pegawai Uniqbu. “ Janga percaya isu-isu seperti itu pak. Itu fitnah, itu isu sesat, jangan percaya. Di bulan puasa ini jangan sampai kita berkata fitnah karena itu tidak baik,” cetus Tukuboya.

Untuk diketahui, para mahasiwa Uniqbu, pekan lalu melakuakn aksi unjuk rasa besar-besaran di kampus mereka. Dalam aksinya, para mahasiswa sempat membakar sebagian bangunan kampus untuk memprotes pihak yayasan. Aksi mahasiswa itu mengecam rencana kenaikan SPP yang dilakukan oleh pihak yayasan. Tuntutan lain juga adalah medesak kampus Uniqbu segera dinegerikan dan mendesak pula pihak yayasan segera diaudit. Akibat dari aksi mahasiswa tersebut, kampus Uniqbu hingga kini masih lumpuh. (Qin)