MALUKUNEWS, Ambon: Puluhan guru di sekolah Madrasah Aliyah (MA) Binakarya Hatawano Dusun Hatawano, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku mengancam akan mogok. Hal ini disebabkan Kepala Sekolah (Kepsek), Drs. Abidin Gumale selama ini dinilai telah melakukan tindakan yang minyimpang dari kewenanganya sebagai Kepsek.

Salah seorang guru Madrasah Aliyah Binakarya Hatawano, yang minta namanya dirahasiakan, saat dimintai konfirmasinya melalui telpon seluler, Rabu (03/07) malam, membenarkan informasi itu. “ Iya itu betul, memang kami semua guru disini menancam akan keluar dari sekolah, dan saat ini mogok mengajar jika kepala sekolah ini tidak segera diganti,.

Menurutnya, sudah hampir sebulan ini, aktifitas belajar-mengajar di sekolah MA Binakarya Hatawano mengalami kemandekan. Siswa dan guru di sekolah tidak lagi melaksanakan proses belajar-mengajar seperti biasanya. “ Celakanya lagi nilai ujian semester diberikan secara gratis kepada para siswa,” ungkapnya.

Masih kata guru guru itu, para dewan guru saat ini hanya menunggu hasil koordinasi dengan pihak Yayasan Binakarya, “ Kami menilai kepala sekolah selama ini terkesan melakukan parktek nepotisme, pengangkatan bendahara dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dari keluarganya sendiri.

Untuk menormalisasi sekolah ini pihak yayasan diminta segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di sekolah ini.

Hingga berita ini dipublikasikan belum dilakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah Abidin Gumale. Moluken.com berusaha mengontak Gumale namun belum juga tersmabung. (Man)