MALUKUnews, Ambon: Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maluku memerintahkan tiga kabuapaten di Maluku untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa, yaitu Kabupaten Seram Timur, Maluku Tenggara dan Buru Selatan.

Meskipun PSU di tiga daerah tersebut dilakukan, tapi keunggulan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubenur Maluku Murad Ismail-Barnabas Orno, atau biasa disebut BAILEO tak akan terbendung.

PSU yang dilaksankan karena hasil koordinasi antara Tim Hukum BAILEO dan Panitia Pengawas Pemilu di tiga kabupaten. Dengan temuan pelanggaran , maka Panwas melanjutkan temuan k eke KPU sehingga PSU digelar.

“Ada 4 pelanggaran yang ditemukan Malra, ada 5 SBT dan Bursel 1 pelanggaran. Pelanggran ini ada yang berkaitan dengan mencoblos lebih dari satu kali. Sehingga sesuai Undang-Undang harus dilakukan pencoblosan ulang. Dan ini juga tidak menggangu secara signifikan hasil yang telah diperoleh BAILEO,” kata Ketua Devisi Hukum BAILEO Samson Atapary kepada wartawan di Posko Pemenang BAILEO Jalan Ponegoro, Kecamatan Sirimau, Sabtu (30/6/2018) sore.

Coblos ulang ini, lanjut Atapary, tidak berkaitan dengan pasangan BAILEO. Pasalnya, di SBT bukan basis BAILEO, begitu pun di Malra. Sementara di Bursel, kada campurtangan panitia pemilihan, di mana sisa surat suara dibagikan ke saksi-saksi dan mereka mencoblos sisa surat suara itu.

“SBT Nomor 2 (BAILEO) pemenag ketiga, dan sesuai pelanggran yang terjadi tidak berkaitan dengan calon Nomor 2 termasuk di Malra. Di bursel memang tindakan yang keliru yang dilakukan KPPS, sisa suara mereka bagi kepada saksi-saksi dan melakukan pencoblosan bersama-sama sesuai rekomendasi panwas maka dilakukan pencoblosan,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan keunggulan BAILEO atas lawan-lawannya, maka dipastikan dua pasangan calon lain, tak akan bisa membawa hasil Pilkada ka Mahkamah Konstitusi, karena perolehan suara lebih dari dua persen.

“Kalau perbedaan pun tidak bisa dilanjutkan ke MK karena sesuai aturan hanya keunggulan dua persen saja yang bisa, sementara ini sudah diatas 10 persen. Hampir kemungkinan Pilkada ini tidak sampai ke Mk. Kalaupun ada yang menggungat, putusan sela pun akan digugurkan. Ini berdasarkan pengalaman pada Pilkada 2015 dan 2017, di mana tidak memenuhi sarat formil akan digugurkan,” tandasnya.

BAILEO Unggul 10 Persen Lebih Dari SANTUN

Sementara hasil C1 KWK yang dikantongi Tim BAILEO, Murad Ismail-Barnabas Orno, unggul jauh dari lawan-lawannya. Kata Ketua Tim Data Nover Hukunala, Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor 2 unggul 10 persen dari Said Assagaff-Andreas Rentanubun (SANTUN)

“Data yang dikumpul saksi-saksi BAILEO dari 3.385 TPS, sesuai data C1 kami dan hasil rekapitulasi SANTUN 170.123 atau 28 persen, BAILEO 278.118, 46 persen dan HEBAT (Herman Koedoboen-Abdullah Vanath) 153.841, 26 persen,” ucapnya. (CA)