MALUKUnews, Ambon: Tim Seleksi KPU Provinsi Maluku dan KPU Kabupaten/Kota se-Maluku yang saat ini berlangsung, harus memperhatikan aspek profesionalitas, integritas penyelenggara Pemilu, baik tingkat pada Kabupaten/Kota maupun provinsi untuk menghadapi pemilu serentak 2019. Hal ini disampaikan Kordinator Wilayah Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Maluku, Lutfi Wael dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Senin (26/11).

Kata Lutfi, penyelenggara Pemilu 2019 ini merupakan momentum demokrasi yang sangat konpleks, di mana baru pernah dilaksanakan secara bersama antara Pileg dan Pilpres.

“ Kami berharap Timsel calon anggota KPU Provinsi maupun Kab/kota se-Maluku ini, harus memperhatikan Integritas, kualitas, serta bebas dari kepentingan. Sebab jika itu tidak diperhatikan, maka akan menjadi preseden buruk bagi keberhasilan Pemilu 2019 mendatang. Karena Pemilu 2019 sangat tergantung pada kesiapan penyelenggaranya,” ujar Lutfi yang juga adalah Ketua DPD IMM Maluku ini.

Berdasarkan pemantauan JPPR Maluku, pada proses seleksi KPU provinsi maupun Kab/kota se-Maluku, masih terjadi beberapa pelanggaran yang bisa berakibat fatal pada proses hasil seleksi calon anggota KPU baik Provinsi maupun Kab/kota se Maluku. "Jangan sampai, karna egoisme dan ketidakprofesionalan Timsel mengakibatkan hasil seleksi KPU Provinsi Maupun Kab/kota se Maluku dibatalkan, seperti di beberapa provinsi dan kabupaten/kota lainnya yang dibatalkan akibat ketidakprofesionalan Timsel itu,” ucapnya.

Lanjut Lutfi, JPPR Maluku akan melakukan pemantauan terhadap seluruh proses seleksi calon anggota KPU provinsi maupun Kab/kota se- Maluku. Kamipun akan menyampaikan hasil pemantauan dan temuan JPPR ke KPU RI dan seknas JPPR di Jakarta terkait temuan baik pelanggaran Administrasi maupun Kode etik selama proses seleksi calon anggota KPU provinsi maupun di kab/kota se Maluku. (MN-01)