MALUKUnews, Ambon: Jaringan Survei Nasional (JSN) dalam survei terbarunya mengemukakan sebanyak 55 persen masyarakat Maluku menginginkan gubernur baru pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku 27 Juni 2018 mendatang.

Survei JSN yang dilakukan pada awal Mei 2018 itu memotret di antaranya penilaian masyarakat atas presepsi personal, latar belakang dan kinerja para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, serta pemilih dihadapkan pada pilihan, apakah menginginkan petahana kembali memimpin atau memilih calon gubernur baru.

Dalam surveinya, JSN menemukan sebagian besar publik Maluku menkhendaki gubernur baru di Pilgub Maluku 2018. Hal ini terlihat saat JSN menanyakan kepada 600 responden yang dilibatkan dengan metode wawancara tatap muka, dengan sodoran pertanyaan, apakah bapak ibu akan memilih gubernur Maluku saat ini, Said Assagaff atau bapak ibu ingin ganti gubernur ?.

Hasilnya ditemukan sebanyak 55 persen publik Maluku ingin ganti gubernur. Sedangkan yang mengkhendaki gubernur saat ini (Said Assagaff) hanya 20 persen. Sisanya 16,5 persen publik Maluku menjawab tidak tahu.

Tingginya angka keinginan publik Maluku ganti gubernur dipengaruhi beberapa alas an, di antaranya publik inginkan perubahan di Maluku dengan presentasi 59,6 persen. Sedangkan tetap memilih gubernur petahana presentasinya 32,19 persen dengan alasan puas dengan kinerjanya.

Kesimpulannya, mayoritas warga Maluku ingin ganti gubernur, demikian disampikan Direktur riset Jaringan Survei Nasional (JSN), Dafit Zuhendra dalam rilisnya yang disampaikan kepada awak media saat menggelar jumpa pers di rumah Kopi Dolo. Kota Ambon, Senin (14/05) siang.

Zuhendra dalam surveinya itu mempresentasikan sebaran keinginan publik inginkan ganti gubernur per kabupaten/kota. Untuk di kota Ambon, publik yang inginkan gubernur petahana presentasinya 33,00 persen, sedangkan yang ingin ganti gubernur presentasinya 52,00 persen, yang tidak menjawab 19,00 persen.

Sementara untuk kabupaten Buru, publik inginkan gubernur saat ini 31,30 persen, ingin ganti gubernur baru 36,00 persen yang tidak menjawab 36,70 persen. Kabupaten Buru Selatan yang ingin gubernur saat ini 28,00 persen, yang ingin ganti gubernur 31,00 persen dan yang tidak menjawab 45, 00 persen.

Kepulauan Aru, publik ingin gubernur saat ini 13,00 persen, sedangkan yang ingin ganti gubernur 87,00 persen yang tidak menjawab 00,00 persen. Maluku Barat Daya ingin gubernur saat ini 8,00 persen yang ingin ganti gubernur baru 89,00 persen tidak menjawab 3,00 persen. Maluku tengah ingin gubernur saat ini 25, 30 persen, yang ingin ganti gubernur 54,2 persen dan tidak menjawab 20,50 persen.

Maluku Tenggara, publik inginkan gubernur saat ini 33,00 persen, yang ingin ganti gubernur 46,00 persen yang tidak menjawab 21,00 persen. Maluku Tenggara Barat ingin gubernur saat ini 43, 00 persen, yang ganti gubernur baru 57,00 persen yang tidak menjawab 00,00 persen. Seram Bagian Barat ingin gubernur saat ini 19,70 persen, yang ingin ganti gubenur 60,30 persen yang tidak menjawab 20,00 persen. Seram Bagian Timur ingin gubernur saat ini 38,00 persen ingin ganti gubernur 59,30 persen yang tidak menjawab 2,70 persen. Kota Tual yang ingin gubernur saat ini 33,00 persen, ingin ganti gubernur baru 51,00 persen, yang tidak menjawab 16,00 persen.

Sementara sebaran ganti gubernur dari segmen pemilih agama presentasinya, agama Islam ingin gubernur saat ini 38,50 persen, yang inginkan ganti gubernur baru 44,40 persen, yang tidak menjawab 17,10 persen. Protestan ingin gubernur saat ini 17,80 persen yang inginkan ganti gubernur 65,90 persen yang tidak menjawab 16,30 persen. Katolik yang ingin gubernur saat ini 31,30 persen yang ingin ganti gubernur 57,50 persen, yang tidak menjawab 11,20 persen. Budha yang ingin gubernur saat ini 98,00 persen yang ingin gantiu gubernur 2,00 persen , yang tidak menjawab 0,00 persen. (Bil)