MALUKUnews, Ambon: Hingga kini Bawaslu Maluku belum juga menindaklanjuti laporan tim advokasi BAILEO soal keberadaan sejumlah pejabat Pemprov Maluku bersama calon gubernur Maluku, Said Assagaff di rumah kopi Lela, beberapa waktu lalu.

Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely, yang dikonfirmasi beralasan, laporan tim advokasi pasangan yang dikenal dengan jargon BAILEO tak disertai dengan bukti-bukti.

“Kita belum menindaklanjuti laporan keberadaan sejumlah pejabat Pemprov Maluku bersama Assagaff di rumah kopi,” kata Abdullah Ely, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (11/4).

Menurutnya, laporan yang disampaikan soal keberadaan sejumlah pejabat Pemprov Maluku di Rumah Kopi Lela bersama cagub Said Assagaff pada, Kamis (29/3), belum lengkap.

“Laporan yang disampaikan BAILEO belum lengkap karena tidak disertai dengan bukti dan saksi,” ujarnya.

Ely mengaku, tidak lengkapnya laporan tersebut telah disam­paikan ke BAILEO, namun sampai saat ini belum dilengkapi.

“Sampai sekarang ini belum ada data tambahan yang diberikan tim, baik itu bukti-bukti dan saksi, sehingga kita tetap menunggunya karena jika sudah dilengkapi pasti akan kita tindaklanjuti,” katanya.

Disinggung soal ancaman tim advokasi BAILEO yang akan melaporkan Bawaslu Maluku ke DKPP, Ely enggan berkomentar. Ia kembali menegaskan, jika laporan tersebut belumlah lengkap. (S5)