MALUKUnews, Ambon: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Maluku, para peserta pemilu dan segenap masyarakat Maluku, menggelar deklarasi pemilu damai. Deklarasi dilakukan sebagai ikhtiar mengawal dan mensukseskan pemilu 2019 yang bersih dan bermartabat.

Deklarasi pemilu damai digelar untuk bersama berkomitmen mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban umum di provinsi Maluku. Mematuhi jadwal, tempat dan waktu serta prosedur pelaksanaan kampanye sesuai peraturan yang berlaku. Saling menghargai dan menghormati antar peserta pemilu. Melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoax, politisasi sara dan hujaran kebencian. Menolak politik uang atau pemberian imbalan lainnya yang bersifat memengaruhi pemilih.

Deklarasi ini ditandai dengan penandatanganan ikrar bersama yang diikuti sejumlah pengurus 16 partai politik peserta pemilu dan 23 calon DPD RI yang berlangsung di depan monumen gong perdamaian dunia di Kota Ambon, Sabtu (13/10).

Dalam arahannya Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely, menyampaikan pihaknya dalam melaksanakan peran pengawasan telah menempatkan personil sebanyak 354 per kecamatan dan sebanyak 1523 personil untuk kelurahan dengan identitas yang mudah ditemui. Hal ini sebagai bentuk ikhtiar agar masyarakat dapat menyalurkan hak politiknya dengan baik. Pihaknya juga dalam rangka efektifitas pengawasan melibatkan masyarakat dalam bentuk forum bersama. Hal ini sebagai ikhtiar meminimalisir gejolak konflik pemilu sedini mungkin. Dan beberapa strategi pengawasan yang sudah dilakukan oleh Bawaslu Maluku dalam mensukseskan tahapan pelaksanaan pemilu.

Hadir dalam acara anggota Bawaslu RI, Muhammad Afifudin, Sekjen Bawaslu RI, Gunawan Siswantoro, karo TP3 Bawaslu RI, La Bayoni, Ketua KPU provinsi Maluku, M. Kubangun dan lima komisioner Bawaslu Maluku. (MN-02)