MALUKUnews, Ambon: Coblos surat suara menggunakan surat undangan atas nama orang lain dalam Pemilihan Umum (Pemilu) adalah tindakan pidana. Untuk itu, jangan sekali-kali menggunakan hak pilih atau undangan yang bukan miliknya karena sangsinya sangat jelas.

Terkait penggunaan surat undangan atas nama orang lain, Ketua Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Maluku, Astuti Usman mengingatkan agar segera dikembalikan kepada petugasnya yang ada di TPS atau langsung kepada pihak KPU. Sebab bila ditemukan praktek itu terjadi maka yang bersangkutan akan dikenai sangsi.

Astuti menjelaskan, dalam undang-undang No. 10 Tahun 2016 Pasal 178 A diatur bahwa setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum mengaku dirinya sebagai orang lain untuk menggunakan hak pilih, dipidana dengan pidana penjara paling singkat dua puluh empat bulan dan paling lama tujuh puluh dua bulan dan denda paling sedikit Rp. 24.000.000 dan paling banyak Rp. 72.000.000.

Di Pasal 178 B juga diatur bahwa setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum memberikan suaranya lebih dari satu kali disatu atau lebih TPS, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga puluh enam bulan dan paling lama seratus delapan bulan dan denda paling sedikit Rp. 36.000.000 dan paling banyak Rp. 108.000.000.

“ Apabila ada undangan dalam hal ini C6 yang ada dirumah Bapak/Ibu dan yang bersangkutan tidak ada atau pindah domisili, yang bersangkutan sudah jadi anggota TNI atau Polri, atau meninggal dunia dan undangannya ada maka undangan tersebut agar dikembalikan ke KPPS atau ke Panwas Kecamatan atau PPL untuk dicoret dan tidak bisa digunakan oleh siapapun juga. “ Demikian jelas Astuti saat berbincang dengan Malukunews.co di ruang kerjanya, kemarin. (bil)