MALUKUnews, Ambon: Peran Bawaslu Maluku dalam melakukan pengawasan masih lemah. Kinerja di lapangan, ber­banding terbalik dengan alokasi dana besar yang dikucurkan untuk peng­awasan pilkada. Dialoksikan anggaran yang gede harusnya Bawaslu meningkatkan lagi pengawasan.

Akademisi Fisip Unpatti Poly Koritelu menegaskan, Bawaslu se­harusnya bekerja sesuai dengan amanah dan tanggung jawab yang diberikan, apalagi de­ngan anggaran yang diberikan cukup besar dari uang rakyat. Apabila tidak, maka Bawaslu akan dinilai lemah dalam melakukan tugas.

“Masalah ini penting harus men­dapat perhatian dari Bawaslu se­bagai lembaga penyelenggara pemilu, karena ini menjadi tang­gung jawab Bawaslu,” tandas Koritelu kepada Siwalima melalui telepon seluler, Kamis (8/3)

Iklan milik BPJS Ketenaga­kerjaan Cabang Ambon pada billboard yang membentang jalan di Kawasan Galala, Kecamatan Siri­mau, Kota Ambon masih terpa­sang, dan belum juga diturunkan, padahal ada gambar Said Assagaff dengan jabatannya sebagai Gu­bernur Maluku, kata Koritelu, itu me­nunjukan lemahnya penga­wasan Bawaslu.

“Kita tidak boleh menyalahkan Assagaff, yang kita harus salahkan adalah Bawaslu selaku lembaga pengawas pemilu,” ujarnya.

Kalau pengawasan yang lemah dari Bawaslu, kata Koritelu, akan berdampak pada kualitas pilkada. “Nantinya tidak akan ada kualitas dalam demokrasi, kalau memang ada yang dianakemaskan dalam perlakuan-perlakukan politik seperti itu,” tandasnya.

Ia mengharapkan, Bawaslu se­rius dalam meningkatkan penga­wasan agar keadilan politik bisa terwujud. “Publik tentu mengha­rapkan agar nantinya Bawaslu harus me­ningkatkan pengawasan, karena mereka dilegitimasi sesuai de­ngan UU, selain itu peran media juga sangat dibutuhkan untuk mengajak masyarakat untuk sama-sama mengontrol kinerja penyelenggara pemilu, agar keadilan politik bisa terwujud,” tandas Koritelu. (Sumber: Siwalima)