MALUKUnews, Ambon: Jaringan Survey Nasional (JSN) dalam rilisnya per awal Mei 2018 menyebutkan 61,2 % publik menyalahkan Ir. Said Assagaff terkait kemiskinan di Maluku.

Dalam surveinya itu, JSN memotret penilaian publik atas siapa yang paling bertanggungjawab terhadap kemiskinan di Maluku. Dari 600 responden yang diwawancarai dengan metode face to face interview, hasilnya ditemukan, publik menganggap masalah kemiskinan di Maluku adalah tanggungjawab gubernur. Hanya 5,7% publik menilai masalah kemiskinan di Maluku adalah kesalahan Bupati/Walikota dan 10,7% publik menyalahkan presiden, sisanya 16,9% publik tidak menjawab.

Selain persoalan kemiskinan, JSN juga memotret penilaian publik soal tingkat pengangguran tertinggi di Maluku. Meski wacananya kurang begitu terdengar di publik, tak sepopuler soal tingkat kemiskinan dengan presentase 37, 3% publik pernah mendengar, jauh dari angka publik yang belum pernah mendengar 52, 7%.

Namun terlepas dari pernah mendengar atau tidak pernah mendengar, apakah pengangguran adalah salah satu masalah besar di Maluku, kuisioner JSN itu menunjukan hasilnya 82,0% adalah masalah, hanya 6,4% publik Maluku menyatakan bukan masalah. Soal pengangguran ini juga Publik Maluku menilai adalah tanggungjawab gubernur, JSN menunjukan hasil surveinya, sebesar 59,5% publik Maluku salahkan Assagaff. Hanya 5,9% publik menyalahkan Bupati dan Walikota, sisanya 15,0% publik Maluku menyalahkan presiden.

“ Soal kemiskinan dan pengangguran ini memang menjadi konsent kami untuk terus diwacanakan, agar nanti siapapun yang terpilih, masalah kemiskinan dan pengangguran di Maluku menjadi program prioritas guna membawa masyarakat yang sejahtera,“ terang Direktur riset Jaringan Survey Nasional (JSN), Dafit Zuhendra saat mempresentasikan hasil surveinya dihadapan awak media di rumah Kopi Dolo Kota Ambon, kemarin. (Bil)