MALUKUnews, Ambon: Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nataniel Orno, berharap Ketua KPU Provinsi Maluku, supaya segera menangani kasus penggelembungan suara yang dilakukan secara masif yang terjadi di Kecamatan Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), saat proses Pemilihan Umum 17 April 2019 lalu.

Peristiwa kasus penggelembungan ini diperoleh Wagub setelah ia memperoleh informasi yang disampaikan sejumlah Caleg dan Partai Politik yang telah melakukan komplein ke KPU MBD. Para Caleg dan partai politik saat itu telah mendesak supaya KPU MBD bisa membuka kotak suara untuk melakukan perhitungan suara ulang. Bahkan mereka pun berharap supaya segera dilakukan proses hukum terhadap para penyelenggara yang telah melakukan kejahatan disana.

Sejauh ini Wagub juga sudah melakukan komunikasi dengan salah satu Komisioner KPU MBD, Aner Leulufna. Aner pun membenarkan, adanya desakan sebagian besar Caleg dan Parpol untuk melakukan proses hukum itu terkait kasus penggelembungan suara itu. “ Karena telah ada pengakuan dari PPK Pulau Romang, bahwa mereka diarahkan dan diatur untuk melakukan penggelembungan suara untuk memenangkan caleg-caleg tertentu,” Kata Mantan Bupati MBD mengutif pembicaraannnya dengan komisioner KPU MBD itu, yang disampaikan kepada Malukunews.co, Selasa (14/05).

“ Ternyata pengelembungan suara masif, selama saya disana adik kandung saya pun tidak boleh rekayasa, karena di MBD proses demokrasinya masih lumayan bagus, dan rakyat tidak bisa dipengaruhi dengan hal-hal yang tidak di inginkan, saya pernah bilang buat KPU MBD, Camat bahkan seluruh pejabat bahwa saya boleh pindah tapi jaga etika demokrasi harus dijaga,” ungkap wagub.

Proses hukum terhadap penggelembungan suara di Kecamatan Pulau Romang, kata Wagub Orno harus segera dituntaskan, agar siapa otak maupun pelaku dibalik skenario ini dapat menerima ganjaran sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“ Saya bupati sudah dua periode di kabupaten MBD selama ini tidak pernah mengintervensi KPU disana, apalagi sampai ke PPK untuk melakukan hal ini, lama-lama kerbau punya duit dia yang jadi,” ujarnya. (Qin)