MALUKUnews, Ambon: Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, telah melakukan distribusi logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, kepada enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Maluku. Sementara empat kabupaten/kota lainnya masih dalam proses distribusi.

Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun mengatakan, sudah tujuh Kabupaten/kota yang menerima logistik Pemilu 2019, berupa kotak suara dan bilik suara, kata dia kepada Kabar Timur via telepon selulernya, Kamis, kemarin..

“Tujuh wilayah di Maluku telah didistribusikan Logistik terdiri dari enam kabupaten dan satu kota dianataranya, kabupaten SBT, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kabupaten SBB, dan Kota Tual,” jelasnya.

Untuk Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), lanjut dia, KPU RI telah mendistribusikan langsung 2.315 kotak suara, dan 1.720 bilik suara. Sementara Maluku Tengah, telah didistribusikan sebanyak 6.788 Kotak Suara dan 5.007 Bilik Suara.

Sedangkan Kabupaten Buru, telah didistribusikan sebanyak, 2.120 Kotak Suara dan 1.608 Bilik Suara. Dialnjutkan Kubangun, kabupaten Buru Selatan menerima logistik Pemilu sebanyak, 1.316 Kotak Suara dan 1.024 Bilik Suara.

Untuk Kota Tual telah didistribusikan sebanyak, 950 Kotak Suara, sedangkan kabupaten Malra menerima sebanyak 1.996 Kotak Suara dan kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menerima logistic Pemilu sebanyak 2.424 yang hanya terdiri dari Bilik Suara.

“Diantara Ketujuh Kabupaten/kota yang telah menerima ini, hanya Kota Tual, SBB, dan Malra yang tidak menerima langsung sekaligus logistic berupa kotak suara dan bilik suara. Di SBB hanya menerima bilik suara, Tual-Malra hanya menerima Kotak Suara. Untuk kelengkapannya mungkin akan meyusul dari belakang,” jelasnya.

Disinggung mengenai kabupaten/kota yang belum menerima sama sekali, logistic Pemilu 2019 mendatang, dia mengaku, ada empat wilayah yang belum didistribusikan logistic, diantaranya, Kabupaten MBD, Kota Ambon, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten, Maluku Tenggara Barat (MTB).

“KPU Maluku, akan terus memantau proses distribusi bagi ke-empat daerah yang belum menerima logistic Pemilu. Pemantauan juga akan dilakukan sama halnya dengan logistic dari SBB, Malra dan Tual yang belum dikirim secara lengkap,” paparnya.

Diakuinya, mengingat proses distribusi Logistik Pemilu 2019, dilakukan langsung oleh KPU RI, kepada setiap Kabupaten/kota, tanpa melalui KPu Provinsi, maka pihaknya akan terus meningkatkan pemantauan terhadap selueurh logistic yang ada.

“Pemantauan akan diperketat, mulai dari proses distribusinya, dari kabupaten ke kecamatan hingga ke seluruh titik tempat pemgungutan suara, sehingga tidak ada intervensi dari pihak manapun. Dan seluruh logsitik bisa digunakan sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya. (MG5)

Sumber: Koran Kabar Timur