MALUKUnews, Ambon: Kepala Polda Maluku Irjen Pol. Andap Budhi Revianto beserta sejumlah pejabat utama sambangi Markas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Selain melakukan pemantauan, juga menjelaskan mengenai 11 potensi konflik yang dapat terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Maluku.

“Kedatangan saya ini untuk memberikan arahan dalam kaitannya dengan Operasi Mantap Praja, untuk menyampaikan 11 potensi konflik,” ungkap Revianto kepada wartawan di Mapolres Ambon, Rabu (25/4).

Menurutnya, penjelasan mengenai potensi konflik Pilkada penting disampaikan, agar setiap anggota Polres Ambon maupun jajarannya selalu siap siaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, yang sewaktu waktu terjadi.

11 potensi konflik yang dimaksudkan Kapolda diantaranya mengenai profesionalisme penyelenggara Pemilu. Penyelenggara pemilu bisa menimbulkan konflik jika tidak professional. Selain itu juga bila terjadinya perusakan. Contohnya pernah terjadi pembakaran sembilan kantor dinas di Kabupaten MTB oleh pendukung yang kalah. Bahkan juga ada pelemparan rumah Ketua KPUD di Maluku Tengah.

Potensi lainnya adalah pasangan calon. Pilkada Maluku kali ini terdapat tiga calon. Artinya, saat ini daerah terbagi menjadi tiga bagian. Kemudian terkait masalah internal partai, karakteristik masyarakat yakni menyangkut fanatisme, termasuk daerah asal. Juga seperti money politic dan lain sebagainya.

“Sesuai dengan program, kita melakukan penguatan secara internal. Berbicara penguatan internal artinya berbicara penguatan kapasitas selaku anggota Polri disini,” terangnya. Penguatan internal, tambah Revianto, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Polri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.

“Dengan berbagai program, kita optimalkan tentang program Prometer. Ini merupakan kebijakan dari bapak Kapolri,” jelasnya. Dalam kedatangannya itu, Revianto juga memberikan arahan selaian mengenai antisipasi kerawanan, juga berbicara tentang penampilan setiap anggota dalam melaksanakan tugas operasional di lapangan.

Penampilan, kata Dia, merupakan salah satu faktor penting untuk menggambarkan bahwa Polres Ambon merupakan representasi dari Ibu Kota Provinsi Maluku.

“Tampilan operasional anggota di lapangan juga dibicarakan. Karena Polres Pulau Ambon ini sebagai representasi Ibu Kota Provinsi, sama dengan Ibu Kota-Ibu Kota yang lain,” tandasnya. (CR1)

Sumber: kabar timur