MALUKUnews, Ambon: Kekalahan telak Said Assagaff di Pilkada Ma­luku, memicu kekecewaan kader Partai Golkar. Ia tidak lagi dipercayai oleh rakyat, sehingga harus diturunkan dari kursi Ketua DPD Golkar Maluku melalui musyawarah daerah luar biasa (musdalub).

“Kekalahan yang dialami oleh Assagaff menun­juk­kan bahwa masyarakat ti­dak menginginkan Assa­gaff untuk menjadi guber­nur, berarti dia gagal. Se­hingga partai Golkar juga harus menilai secara objek­tif bahwa dia juga gagal menjalankan pemerintahan sehingga rakyat sudah tidak mem­per­cayai­nya,” tandas Wa­kil Ketua DPD Partai Gol­kar Maluku, Ronny Sian­re­ssy, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (27/6).

Mantan Ketua AMPG Provinsi Maluku, ini me­ngatakan, kekalahan Assa­gaff juga menjadi warning bagi kader Gol­kar untuk se­gera menggelar musdalub untuk menurun­kannya dari kur­si Ketua DPD. Jika tidak ditu­runkan, maka Golkar juga akan kalah di pileg 2019.

“Sebagai mantan Ketua AMPG dua periode, saya menghimbau kepada se­mua DPD II Partai Golkar di 11 kabupaten/kota agar se­gera melakukan musdalub untuk menurunkan Assa­gaff, karena kekalahan ini sebagai warning bagi Par­tai Golkar di tahun 2019 mendatang, kalau diperta­hankan maka dikhawatir­kan Golkar juga akan kalah di pileg sehingga dalam rangka menjaga eksistensi partai dan demi menjaga keberlangsungan Partai Golkar kedepan dan menyelamatkan Partai Golkar di Maluku maka sudah saatnya menu­runkan Assagaff sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku,” tegas Sianressy.

Sianressy menilai, selama ini Assagaff hanya mengkedepankan arogansinya dalam memimpin Partai Golkar di Maluku, bahkan melakukan tindakan-tindakan yang melanggar AD/ART dan tidak memperjuangkan kepentingan kader secara optimal.

“Assagaff tidak mampu menge­lola partai ini, dia lebih memen­tingkan kepentingan diri pribadinya dari kepentingan partai, dia bukan kader Partai Golkar karena jaba­tannya hanya untuk memper­juangkan kepentingan pribadinya, sehingga mari kita rapatkan barisan untuk menurunkan Assagaff dari jabatannya,” tandasnya.

Menurut Sianressy, musdalub penting dilakukan karena Assagaff tidak mampu mengorganisir Partai Golkar yang selama ini dikenal tangguh untuk bekerja dengan maksimal memenangkan dirinya sebagai gubernur. “Sudah saatnya Assagaff diturunkan karena dia tidak mampu untuk mengorganisir strutural partai untuk memenangkan dia sebagai calon gubernur Maluku, apalagi dia seorang petahana, kok lucu seorang petahana namun bisa kalah di pilkada,” ujarnya. (S-16)

Sumber: Koran Siwalima