MALUKUnews, Ambon: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku telah resmi menetapkan nomor urut tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku untuk ikut dalam pemilihan gubernur Maluku yang dihelat Juni 2018 mendatang.

Penetapan nomor urut tiga pasangan calon itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku tahun 2018 yang berlangsung di Swissbell Hotel Ambon, Selasa (13/02).

Beragam tafsir memaknai nomor urut yang diperoleh pasangan calon masing-masing usai pengundian nomor urut itu.

Sang petahana, Said Assagaff misalnya, ia memaknai nomor urut satu yang didapat pasangan dengan akronim SANTUN itu adalah tanda kemenangan, “ nomor urut satu itu tanda dari kemenangan, mari kita bangun negeri ini dengan SANTUN,” ujar petahana.

Sama seperti sang petahana, pasangan calon Murad Ismail-Barnabas Orno yang memperoleh nomor urut dua juga menganggap angka dua adalah simbol kemenangan, hanya saja pasangan dengan akronim BAILEO ini menafsirkan angka dua sebagai nomor urut yang bermakna, selain kemenangan angka dua juga melambangkan keseimbangan dan bermakna mengayomi.

Sementara pasangan Herman Koedubun-Abdullah Vanath (HEBAT) yang memperoleh nomor urut tiga justru tidak menganggap hal yang sama, pasangan jalur peseorangan ini justru beranggapan bahwa nomor berapapun yang didapatkan semuanya sama. “ Semua nomor itu baik, berapapun nomor urutnya itu anugerah Tuhan, angka tiga adalah juga angka keberuntungan, “ tutur Koedubun.

Dikesempatan yang sama calon wakil gubernur Maluku pasangan HEBAT, Abdullah Vanath juga mengaku jika nomor urut tiga yang diperoleh dari hasil undian itu juga dianggap sebagai nomor keberuntungan, hanya saja kata Vanath prosesnya tidak seberuntung pasangan nomor urut satu dan nomor urut dua yang diusung dan didukung oleh koalisi partai politik, sementara HEBAT hanya mengandalkan KTP warga sebagai pemenuhan sayarat calon.

“ Tidak ada yang istimewa, ini bagi kami sebuah keberuntungan karena kami merasa selama proses ini sempat terseok-terseok, lolos atau tidak lolos, akhirnya kami pun dinyatakan lolos, dan kebetulan kami daftarnya terakhir jadi dapat nomor terakhir. Tapi ini sebuah keberuntunagn,” imbuh Vanath.

Apapun tafsiran angka dari nomor urut yang diperoleh dari ketiga pasangan calon, itu hanyalah sebuah mitos politik kandidat masing-masing untuk menarik perhatian publik pemilih, soal menang kalah semua dikembalikan pada garis tangan (nasib) yang ditentukan tuhan yang maha kuasa pada hari pemilihan nanti. (bil)