MALUKUnews, Ambon: Kehadiran H.M. Arif Hentihu, Sekwil PPP Maluku, bersama Pasangan Balon Gubernur Maluku Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) saat mendaftar di KPU Maluku, Selasa (09/01), menjadi sorotan awak media. Pasalnya PPP sendiri telah memberikan rekomendasi dukungannya kepada pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno (MasBro) untuk maju di Pilkada Maluku 2018-2023.

Polemik kehadiran kader PPP Arif Hentihu bersama SANTUN di KPU Maluku itu akhirnya terjawab. Malukunews.co, Selasa, malam, menerima dokument dari DPP PPP, yang isinya telah memberhentikan Arif Hentihu dari jabatannya sebagai Sekwil PPP Maluku, karena dianggap tidak mematuhi dan menjalankan kebijakan partai

Dalam Surat Keputusan (SK) DPP PPP, bernomor: 1550/KPTS/DPP/I/ 2018, tertanggal 04 Januari 2018 itu, DPP PPP telah memberhentikan H.M. Arif Hentihu, SE dari Sekwil PPP Maluku dan menggantikannya dengan M. Sahril Wasahua, S.HI, MH, yang juga adalah Wakil Sekjen DPP PPP. SK Pemberhentian itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PPP, Ir. H.M. Romahurmuziy, MT dan Sekjen H. Asrul Sani, SH, M.Si.

Dalam SK itu, DPP PPP juga memerintahkan Wasahua untuk memimpin konsolidasi internal PPP Maluku selama pelaksanaan Pilkada Maluku. Wasahua juga diperintahkan DPP untuk melakukan pendaftaran dan menandatangani berkas-berkas dan persyaratan lainnya terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Murad Ismail dan Barnabas Orno (MasBro). (Qin)