MALUKUnews, Ambon: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Maluku Tengah (Malteng) diminta agar serius dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga pengawas pemilu sebab ada pelanggaran yang di lakukan oleh pasangan calon tertentu tapi tidak ada tindakan tegas dari lembaga pengawas.

" Seperti ada unsur kesengajaan dan proses pembiaran, pelanggaran yg terjadi nyata dan berturut- turut namun Panwas tetap diam dan tak berdaya ada apa ini, " ujar Relawan AT Comunity, Jalil Rumfot mempertanyakan dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Rabu (04/04).

Rumfot mengatakan, sejatinya KPU telah menetapkan jadwal kampanye berdasarkan zona masing masing untuk dipatuhi. Ia mempersoalkan adanya penyerobotan jadwal dan lokasi kampanye pada zona satu oleh pasangan nomor urut 2, pada zona satu Malteng sesuai jadwal tanggal 1 sampai 7 April itu adalah zona kampanye paslon nomor urut 1 pasangan Ir.Said Assagaff-Andreas Rentanubun (SANTUN).

Untuk paslon nomor urut 2, Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) mendapat zona 2 dan begitupun paslon nomor urut 3 mendapat zona 3 seperti yang sudah dijadwalkan KPU. Namun anehnya zona 1 yang seharusnya menjadi jadwal kampanye pasangan SANTUN diserobot oleh pasangan nomor urut 2 atas kejadian itu panwaslu setempat diam tak memberi teguran.

" Kalau hanya di satu wilayah itu wajar namun kejdian ini terjadi berturut turut pada hari dan tempat yang berbeda. Panwas harus berani dalam menjalankan tugasnya karena di jamin oleh undang undang, " minta Rumfot.

Lanjutnya, lembaga pengawas pemilu harus tegas menyikapi persoalan tersebut sebab bisa saja bentuk pelanggaran tersebut terjadi dan dilakukan oleh paslon yang lain, " kami bisa saja melakukan hal seperti ini namun kami sadar dan faham aturan dan menghargai kinerja lembaga pengawas, Panwas harus tegas dalam menyikapi pelanggaran ini, " tegas Rumfot. (MN)