MALUKUnews, Ambon: Puluhan calon anggota KPU Kota/Kabupaten di Maluku yang sudah dinyatakan gugur pada selesi tahap psikologi rame-rame menyatakan protes terhadap Tim Seleksi (Timsel). Bentuk protes ini disampaikan secara tertulis kepada Ketua KPU RI di Jakarta.

Dalam rilisnya yang ditandatangani 29 calon anggota KPU dari berbagai kabupaten dan kota, tertanggal 28 Nopember 2018, yang diterima Malukunews.co, Kamis (29/11), mengatakan, mereka tak puas dengan kerja Timsel KPU pada zona I dan II itu.

Mereka mempertanyakan, kewenangan lulus dan tidaknya seorang peserta dalam tes psikologi. Apakah syarat kelulusan itu ditentukan oleh Timsel atau tim psikologi dari Polda Maluku. Pertanyaan ini penting, karena ada disinyalir Timsel hanya mengadopsi mentah-mentah justifikasi yang telah dibuat oleh tim psikologi. Akibatnya jumlah kelulusan psikologi pun tidak memenuhi petunjuk teknis, sebagaimana diatur dalam PKPU No: 35/PP.06.kpt/05/KPU/II/2018, BAB II butir 5 dan PKPU Nomor: 36/PP.06.kpt/05/KPU/II/2018, BAB III butir 4.

Dalam surat yang ditujukan ke Ketua KPU RI itu, puluhan calon anggota KPU kota dan kabupaten ini, memohon adanya kebijakan dari KPU RI. Tujuannya untuk meninjau kembali hasil psikologi yang telah diumumkan, baik pada Timsel zona I maupun zona II. Hal ini dimaksudkan, guna memenuhi prinsif dan asas transparansi dalam setiap tahapan penyelenggaraan seleksi serta memenuhi rasa keadilan.

Untuk diketahui Timsel Zona I itu membawahi daerah Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Buru. Sedangkan Tim Seleksi Zona II terdiri dari daerah Buru Selatan, Maluku Barat Daya, Ambon, Tual dan Kepulauan Aru. (Qin)