MALUKUnews, Jakarta: Badan Pengawas Pemilu - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan menggandeng pemantau Pemilu untuk menyusun Kode Etik Pemantau Pemilu. Hal itu dilakukan mengingat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur bahwa akreditasi pemantau pemilu diterbitkan oleh Bawaslu.

"Segera setelah ini, kita (Bawaslu) siapkan Perbawaslu (Peratuean Bawaslu) tentang Partisipasi dan Kode Etik Pemantau Pemilu. Sekarang (penerbitan akreditasi pemantau pemilu) kan ada di Bawaslu," ujar Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin pada Acara Kajian bertajuk "Sinergi Pemantau dan Pengawas Dalam Meningkatkan Kualitas Pemilihan" di Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Afif mengatakan, kerja sama pengawas dan pemantau pemilu penting untuk dilakukan, bukan hanya di pusat, namun juga di daerah. Menurutnya, pemantau Pemilu di daerah dalam melakukan pemantauan kerap melibatkan masyarakat. Hal itu, ujarnya, tentu semakin menguatkan pengawasan pemilu.

Terlebih, lanjut Afif, pelibatan masyarakat secara masif sangat diperlukan untuk mengawal Pemilu 2019 yang dilakukan serentak. Afif mengungkapkan, sinergi antara pengawas dan pemantau pemilu, merupakan upaya pencegahan pelanggaran pemilu.

Hal senada disampaikan Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jojo Rohi. Dia mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan Bawaslu terkait sinergi dengan pemantau Pemilu adalah menyusun Kode Etik Pemantau Pemilu. Untuk menyusun hal itu, kata dia, Bawaslu perlu duduk bersama dengan lembaga-lembaga pemantau pemilu. Selain kode etik, yang harus dirumuskan adalah hak dan kewajiban pemantau.

Ia menjabarkan, beberapa tahapan yang dapat disinergikan antara pengawas dengan pemantau pemilu di antaranya tahapan pemutakhiran data pemilih dan tahapan kampanye. Selanjutnya, tahapan pelaporan dana kampanye . "Terutama pada saat verifikasi lapangan. Pemantau bisa melakukan verifikasi lapangan untuk data audit dana kampanye," tutur Jojo pada kesempatan yang sama.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) Sunanto mengatakan, pelibatan pemantau pemilu bertujuan untuk menciptakan pemilu yang lebih demokratis, menekan kecurangan. Selain itu, kerja sama dengan pemantau juga bentuk jaminan hak politik dan hak sipil warga Negara. (bawaslu.go.id)