MALUKUnews, Ambon: Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang etik terkait dugaan pelanggaran kode etik dengan menghadirkan terdakwa Komisioner Pengawas Pemilu ( Panwaslu ) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jabal Samalo S.Pd dan pelapor Rut Sapuri.

Sidang perdana dengan agenda mendengarkan keterangan pihak pelapor dan terlapor itu digelar di Kantor Bawaslu Provinsi Maluku Jln. Cut Nyak Dien No. 16 Karpan Kota Ambon, Rabu, (07/12), pagi.

Sidang yang berlangsung tertutup itu digelar mulai pukul 09:00 dan berakhir pukul 11:37 WIT.

Sidang dipimpin Majelis Hakim dari DKPP, Prof. Teguh Prasetyo dan didampingi Tim Pemeriksa Daerah (TPD) masing-masing, Prof. Tony Pariela dari unsur Akademisi, La Alwi Komisioner KPU Provinsi Maluku dan Komisioner Bawaslu Maluku, Paulus Titaley.

" Sidang ini bersifat tertutup karena menyangkut norma dan kode etik, " ujar Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Abdullah Elly saat berbincang dengan Malukunew.co di ruang kerjanya, Rabu (07/12), pagi.

Sidang dugaan pelanggaran kode etik terkait perbuatan terdakwa Komisioner Panwaslu SBB, Jabal Samalo, S.Pd yang diduga terlibat percakapan bernada asusila dengan salah satu peserta calon anggota Panwas Kecamatan Amalatu, Rut Sapuri kala itu. Peristiwa percakapan itu terjadi saat terdakwa sebagai Komisioner Panwaslu SBB melakukan rekrutmen Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupten SBB pada Oktober 2017 lalu. (fon)