MALUKUnews, Jakarta: Pengamat Politik Boni Hargens menganggap kasus hoax yang menyeret Ratna Sarumpaet tidak bisa dibebankan ke Ratna saja. Pasalnya banyak pihak yang kemudian memperbesar hoax, sekaligus mencari keuntungan politik dari pernyataan Ratna. Terutama dari politisi koalisi Prabowo-Sandiaga.

Boni bahkan menduga, ada skenario jauh-jauh hari untuk merancang hoax tersebut. Indikasinya sederhana. Setelah Ratna menyebar hoax, banyak pihak langsung ikut merespons, seakan-akan peristiwa pemukulan terhadap Ratna benar adanya. Terlebih, ada beberapa pihak yang terlibat dalam penyebarannya.

"Lebih masuk akal kalau ini adalah rencana yang diatur jauh hari. Maka pertanggungjawaban atas kasus ini harus melibatkan semua pihak yang terkait di dalam penyebarannnya. Untuk itu dalam konteks ini, kita perlu mengapresiasi kerja polri yang dengan tegas menegakkan hukum dalam kasus ini," kata dia ketika dihubungi, Selasa (23/10).

Belum lagi, ada keanehan lain, seakan-akan pemerintah yang paling bersalah dari kondisi Ratna. Belum lagi, kasus hoax yang digulirkan itu seolah-olah menuduh rezim Jokowi otoriter.

"Seolah-olah negara menjadi biadab dan rejim Jokowi otoriter. Mereka mengadakan jumpa pers. Merekalah yang membuat kebohongan RS menjadi fenomena politik. Kalau ini adalah kerja bersama, agenda tertutup yang direncanakan bersama maka masuk akal," tambahnya.

Boni menlanjutk degan muka lebam Ratna pun riuh diperbincangkan oleh khalayak, baik di media sosial maupun di dunia nyata. Ada yang berangan, kebohongan yang sebenarnya adalah skenario politik kubu oposisi demi memenangkan Pilpres 2019.

"Apakah kebohongan RS adalah kegenitan usia tua atau ulah setan seperti alibinya? Kebohongan RS pada dasarnya bukan masalah utama. Karena ia berbohong di ruang privat. Ia berbicara dengan oposisi di ruang tertutup. Yang menjadi kebohongan itu skenario politik adalah kubu oposisi," ujar dia.

Asal tahu saja, eberapa minggu lalu, bangsa ini digegerkan dengan kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh aktivis Ratna Sarumpaet. Fotogapan bahwa, Ratna benar dianiaya, dan ada yang menyebut muka Ratna lebam karena baru saja melakukan operasi plastik. Isu penganiayaan pun akhirnya riuh seperti bola salju yang menggelinding menghantam berbagai arah. Dari Capres Prabowo Subianto, sampai Politikus Senior PAN Amin Rais pun tergiring atas isu yang dihebuskan oleh Ratna. Namun demikian, isu yang dihembuskan itu dipatahkan sendiri oleh Ratna, Rabu (3/10), lalu, Ratna mengakui bahwa dirinya telah menyebarkan berita bohong melalui penganiayaan di Bandung (Red)