MALUKUnews, Ambon: Ir. Abdullah Tuasikal, M.Si, Mantan Bupati Maluku Tengah dua periode, menuding, bahwa pencanangan pemindahan ibu kota provinsi ke Pulau Seram, di dataran Negeri Makariki, Maluku Tengah, oleh gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu saat itu, hanya merupakan akal-akalan saja.

Pencanangan pemindahan ibu kota provinsi saat gubernur di jabat Ralahalu itu tidak memiliki dasar hukum kuat, dan juga belum memiliki legitimasi politik dari DPRD Maluku saat itu. Demikian yang disampaikan Tuasikal kepada Malukunews.co melalui saluran telpon selulernya, Jumat (23/03), pagi.

Kata Tuasikal, pencanangan pemindahan ibu kota provinsi oleh Mantan Gubernur Karel Albert Ralahalu itu, hanya untuk mencari simpatik saja. Bahkan pencanangan itu hanya bentuk akal-akalan Ralahu diakhir masa kepemimpinanya sebagai gubernur Maluku saat itu. “ Masa sih, pencanangan pemindahan ibu kota itu tanpa mendapat persetujuan dari DPRD Provinsi. Pencanangan pemindahan ibu kota saat itu juga tidak punya dasar hukum yang kuat. “ Jadi menurut saya itu, pencanagan pemindahan ibu kota provinsi itu hanya merupakan aka-akalan dari Ralahalu saja dipenghujung kepemimpinnya saat itu,” ujar Tuasikal.

Mestinya, kata Tuasikal, Ralahalu saat itu, harus bersandar kepada aturan hukum maupun dukungan politik dari DPRD Maluku sebelum melakukan pencangan pemindahan ibu kota itu. “ Masyarakat saat ini tidak bisa dibodohi lagi. Mereka sudah tau membedakan, mana yang benar dan mana yang salah dalam menyikapi pencanangan pemindahan ibu kota provinsi itu,” ujar Mantan Calon Gubernur Maluku periode 2013-2018 ini. (Qin)