MALUKUnews, Ambon: Kehadiran kontestan Irjen Pol. Murad Ismail diperhelatan pemilihan kepala daerah di Maluku ini akan menguji netralitas lembaga yang membesarkan namanya itu.

Alih-alih memastikan sikap kepolisian benar-benar netral dan tidak berpihak pada salah satu kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, sekalipun satu dari sekian kontestan itu asalnya dari aparat kepolisian negara. Karena dalam aturan Pemilu, lembaga negara yang dilarang ikut terlibat dalam partisipasi pemilihan umum meliputi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

Seperti apa sikap Irjen Pol. Murad Ismail menanggapi sorotan netralitas polisi diajang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018 ini?. Dihadapan wartawan usai mendaftarkan diri bersama pasangannya, Barnabas Orno di Kantor KPU Maluku menegaskan kepada kepolisian agar netral.

Mantan Komandan Korps Brimob Polri itu merasa tidak akan senang bila menang dalam pemilihan gubernur nanti dengan cara-cara yang curang.

“ Saya juga tidak mau dicurangi, yang penting mari kita berlaku jujur saya juga tidak menginginkan anggota kepolisian itu membela saya dan tidak perlu mencari-cari kesalahan orang, “ tegasnya.

Murad mengharapkan agar polisi dan petugas lainnya netral, tetap menjalankan fungsi dan perannya menjaga kemanan dan ketertiban dimasyarakat. Polisi dihimbau untuk berlaku jujur dan tetap netral tanpa berpihak pada salah satu kontestan. “ Yang penting berlaku jujur pada semua kontestan itu sudah menjadi harapan kita semua ” ingatnya lagi. (Bil)