MALUKUnews, Ambon: Kecaman datang dari berbagai pihak perihal peryataan anggota parlemen dari partai golkar, Edison Betaubun yang dinilai memperkeruh suasan jelang pemilihan gubernur Maluku - wakil gubernur Maluku Juni 2018 mendatang.

Kecaman pun datang dari kantor Sekretariat Wilayah (Sekwil) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku. Mereka menyayangkan stateman seorang Edison Betaubun dalam pernyataannya itu sangat tidak etis.

" Kita melihatnya, pak Edison seperti kompor gas yang rusak dan siap meledakan kota Ambon. Kita tahu bersama, tahun ini tahun politik. Yang disampikan Pak Edison sangat kami sesali, " ungkap Sekwil PSI Maluku, Farhan Suneth dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Jumat (23/02).

Dijelaskan, selama ini pihaknya (PSI Maluku) getol-getolnya mengkampanyekan politik sehat, politik Milineal yang kaya akan makna toleransi untuk sebuah perubahan. Namun justru seorang politisi dan juga seorang Anggota DPR-RI malah menyuarakan hal yang sifatnya provokatif.

" Kami mengecam pernyataan Pak Edison. Politis sekelas beliau mestinya lebih bisa menginsyafi etika politik," tegas Suneth.

Dijelaskan, dalam pemaparan sambutan dan orasi politik di pertemuan akbar beberapa waktu dengan tim SANTUN, ditemukan sejumlah peryataan tidak etis. Satu diantaranya, mengakmbing hitamkan lawan politik lain juga sejumlah tokoh yang ada di Maluku.

" Ini sungguh tidak elok. Secara kelembagaan, dari kantor sekretarit wilayah PSI kami merasa visi menularkan keberagaman, membagikan DNA kebaikan dan meperteguh soildaritas sebagai jalan juang anak muda Maluku telah diobok-obok dalam ruangan istimewa itu beberapa waktu lalu," sebut Suneth.

Pernyataan Edison Betaubun, kata Alumnus magister sosiolog Universitas Pattimura itu menyinggung serta terkesan melecehkan terkait Gereja Protestan Maluku (GPM). Menggiring GPM, dan ketua Sinode dalam kontek perpolitikan di Maluku sungguh menujukan keboborkan etika. " Sungguh menyedihkan, " keluh dia.

Ketegasan Suneth pun juga dilayangkan kepada lembaga pemantau pemilu, baik KPU maupun Panwas. Dikatakan, Panwas mestinya ada dan memberikan peringatan tegas terhadap yang disampikan politikus Edison Betaubun. Hal ini sungguh menganggu nafas hidup orag sudara Maluku. Hal ini sungguh bertolak belakang dengan kapanye politik sehat oleh Panwas provinsi Maluku.

Menutup keterangannya, Suneth menghimbau, masyarakat tidak terpancing isu murahan yang di sampaikan Edison Betaubun.

" Masyarakat harus konsisten dan jadikan pilihan politik sebagai hak privasi. Tidak pula menjadikan hal ini sebagai peretak persatuan orang basudara, " pungkasnya.

Seperti diketahui bersama, pernyataan Wakil Rakayat di senayan itu menyampaikan pidato politiknya di arena rapat koordinasi tim pemenang Said Assagaf - Andre Rentanubun. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh partai Golongan Karya yang saat ini tengah di nahkodai Ir. Said Assagaf. (MN)