MALUKUnews, Ambon: Sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (14/11), siang, memutuskan menolak gugatan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Herman Koedoeboen-Daud Sangadji (MANDAT) terkait pelanggaran Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), beberapa waktu lalu.

Demikian risalah putusan yang dipublikasikan di website MK, menyebutkan, menolak keberatan pemohon atas nama pasangan MANDAT. Putusan sidang PSU Pilkada Maluku ini seperti dipublikasikan itu, menyebutkan, kasus PSU ini diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh delapan Hakim Konstitusi, yaitu Hamdan Zoelva, selaku Ketua merangkap Anggota, Arief Hidayat, Muhammad Alim, Maria Farida Indrati, Anwar Usman, Ahmad Fadlil Sumadi, Harjono, dan Patrialis Akbar, masing-masing sebagai Anggota, pada hari Senin, tanggal sebelas, bulan November, tahun dua ribu tiga belas, dan diucapkan dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi terbuka untuk umum pada hari Kamis, tanggal empat belas, bulan November, tahun dua ribu tiga belas, selesai diucapkan pukul 11.50 WIB.

Untuk diketahui, dengan ditolaknya keberatan dari pemohon tersebut, maka secara otomatis pasangan Abdullah Vanath-Marten Maspaitella (DAMAI) dan Said Assagaff-Zeth Sahuburua (SETIA) akan maju dalam Pilkada Maluku putaran kedua. (Qin)