MALUKUnews, Namlea: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku blusukan di Pasar Namlea Kabupaten Buru temui para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan warga pasar di daerah itu.

Dalam blusukannya Bawaslu menggelar sosialisasi forum warga pengawasan partisipatif bagi PKL yang dimulai pada pagi hari hingga selesai diseputar areal terminal pasar Namlea. Sosialisasi forum warga itu Ikut dihadir sekitar 64 orang PKL, tukang sayur, tukang bakul, ojek, supir angkutan umum, pedagang ikan, pedagan pakaian, pedagang buah.

Hadir sebagai narasumber dalam forum warga tersebut, Anggota Bawaslu Maluku, Astuti Usman didampingi Anggota Panwaslu Kabupaten Buru dan Panwascam Kecamatan Namlea.

Dalam Arahannya, Astuti menjelaskan kegiatan Forum Warga Pengawasan Partisipatif di pasar Namlea menjadi penting karena merupakan tempat berkumpulnya sebagian besar masyarakat dimana mungkin saja terdapat didalamnya masyarakat yang belum mendapatkan sosialiasi tentang Pemilu dan Pilkada yang akan dilaksanakan nantinya.

Hal inilah yang Bawaslu Maluku ingin optimalkan dalam menyampaikan pesan-pesan kepemiluan dan pengawasanya bagi masyarakat. Astuti juga menjelaskan terkait dengan pengenalan lembaga Bawaslu Maluku sebagai lembaga yang berwewang mengawasi tahapan Pemilu kepada seluruh PKL yang hadiri saat itu, selain itu pun juga ia mengingatkan pentingnya Pengawasan Partisipasi Masyarakat dalam mengawasi Tahapan Pilkada Gubernur Maluku 27 Juni 2018 memdatang.

" Kami berharap kepada seluruh masyarakat khususnya bapak dan ibu PKL di Pasar Namlea juga turut membantu kami Pengawas Pemilu untuk sama sama awasi pemilu nantinya dan dapat melaporkan pelangaran-pelanggaran yang terjadi kepada Panwaslu," ajaknya.

Lanjutnya, srikandi pengawas Pemilu ini, mengajak PKL yang hadir untuk mengsuksekan Pilkada Maluku dengan memastikan namanya harus terdaftar ke DPT dan hadir nantinya pada TPS-TPS masing-masing untuk memberikan hak pilih secara cerdas dan bertanggungjawab serta bersama-sama dengan Bawaslu Maluku tolak politik uang dan tolak politisasi sara di Provinsi Maluku, " tegas Astuti. (satri)