MALUKUnews, Ambon: Ditengah kondisi Maluku yang terpuruk dan berada di urutan keempat provinsi termiskin di Indonesia, kehadiran Murad Ismail dengan isu perubahan akan menyedot dukungan masya­rakat.

MI memiliki 7 program prioritas untuk mem­bangun Maluku kedepan, yaitu peningkatan infrastruktur daerah, kesehatan dan pendidikan berkualitas, penciptaan la­pangan kerja dan pember­dayaan perempuan, pening­ka­tan kualitas hidup masya­rakat, peningkatan produkti­fitas pertanian, pengem­bangan Maluku sebagai des­tinasi wisata internasio­nal, dan pengembangan potensi maritim Maluku.

Kalau program-progam ini tersosialisasikan secara baik, maka akan mendapat dukungan masyarakat lebih banyak.

“Jika ketujuh program itu dapat disosialisasikan se­cara tepat maka sudah pasti akan memberikan dampak dukungan masyarakat kepa­da Pak Murad akan signifi­kan,” tandas Akademisi Fisip Unpatti Ambon, Johan Te­huayo, kepada Siwalima, Rabu (29/11).

Duel antara MI dan SA pasti seru. Kedua figur punya peluang yang sama untuk menang.

“Pak Said adalah petahana gubernur, namun pak Murad yang saat ini menjabat Komandan Korps Brimob Maluku, menjadikan pamor beliau tidak kalah terkenal dengan Pak Said,” kata Tehuayo.

Menurutnya, MI harus intens melakukan sosialisasi politik khususnya untuk lebih mendekatkan diri di masyarakat. Ia mesti lebih meyakinkan masyarakat Maluku, bahwa dengan program-program prioritas yang ada, maka dapat memberikan perubahan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Untuk melawan seorang petahana memang tidak mudah. Untuk itu Pak Murad mesti punya strategi yang yang tepat untuk dapat memperoleh dukungan masyarakat, salah satunya yaitu melakukan sosialisasi visi dan misi di masyarakat secara terus menerus,” ujar Tehuayo.

Tehuayo juga mengatakan, MI harus secepatnya memilih pendamping yang tepat. Ada beberapa indikator yang bisa dipakai, misalnya berdasarkan aspek wilayah.

“Dalam artian bahwa figur wakil bisa dipilih berdasarkan basisi wilayah untuk mengimbangi lawan politiknya,” tandasnya.

Tidak hanya itu, kerja sama partai pendukung juga harus maksimal, terutama dalam mensosia­lisasikan visi dan misi bakal calon. Kerjasama parpol pendukung ini perlu sebab basis dukungan parpol berada hingga di desa dan kelurahan.

“Parpol pendukung Pak MI harus kompak untuk bagaimana melakukan sosialisasi visi dan misi kepada konstituen mereka untuk meyakinkan bahwa figur yang diusung oleh parpol ialah sosok yang tepat untuk membawa perubahan. Mereka harus yakinkan bahwa visi dan misi Pak Murad bisa membawa perubahan bagi kesejahteraan Maluku kedepan,” ujar Tehuayo.

Disisi lain, kata Tehuayo, petahana memiliki keuntungan, karena sudah memerintah selama lima tahun.

“Jadi beliau tinggal meyakinkan masyarakat bahwa pemerintahannya selama ini sudah baik dan nanti dilanjutkan dan yang masih kurang akan dibenahi,” katanya.

Tetapi kalau masyarakat menginginkan perubahan, MI yang diuntungkan, karena mengusung isu perubahan.

“Kalau MI bisa meyakinkan bahwa dengan prgram kerja yang ada beliau bisa membawa perubahan bagi masyarakat, maka bisa menjadi pilihan masyarakat, karena memang masyarakat Maluku menginginkan adanya perubahan,” tandas Tehuayo. (Siwalima)