MALUKUnews, Ambon: KPU RI memberhentikan tim seleksi anggota KPU Provinsi Maluku periode 2019-2024. Tim seleksi anggota KPU Maluku dinilai melanggar Pera­turan KPU Nomor 7 Ta­hun 2018 tentang seleksi anggota KPU Provinsi Maluku dan KPU kabu­paten/kota, yang telah diubah dengan PKPU Nomor 27 Tahun 2018 tentang seleksi KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.

Pemberhentian tim seleksi calon anggota KPU Maluku, yang terdiri dari Muhdar Yan Lua, Farida Mony, Nor­mawaty, Sherlock Halmes Lekipiouw dan Anderson Parinussa itu tertuang dalam Surat Keputusan KPU Nomor 282/PP.06-Kps/05/KPU/1/2019 tertanggal 30 Januari 2019, yang diteken oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Selanjutnya, Arief Budiman mener­bitkan Surat KPU Nomor 220 bertanggal 1 Februari 2019 perihal pemberitahuan SK pemberhentian kepada masing-masing anggota tim seleksi.

SK pemberhentian tersebut dikeluarkan, setelah tim KPU dibawah pimpinan Inspektur KPU Adiwijaya Bakti dan Wakil Kepala Biro SDM, Wahyu melakukan klarifikasi dan bertemu dengan tim seleksi pada awal Desember 2018 lalu.

Dalam SK KPU Nomor: 282/PP.06-Kps/05/KPU/1/2019 yang kopiannya diterima Siwalima, Rabu (6/2) menyebutkan, menimbang a) berdasarkan berita acara KPU Nomor 9/PP.06-BA/05/KPU/I/2019 tentang pembahasan permasalahan seleksi calon anggota KPU Provinsi Maluku periode 2019-2024 dan hasil klarifikasi Tim Inspektorat dan Biro Sumber Daya Manusia, tim seleksi calon anggota KPU Provinsi Maluku 2019-2024, tim seleksi telah melanggar ketentuan yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2018 tentang Seleksi anggora KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota sebagaimana telah dirubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan KPU Nomor 27 Tahun 2018.

b). berdasarkan keputusan KPU Nomor 35/PP.06-Kpt/05/KPU/II/2018 tentang petunjuk teknis seleksi anggota KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota sebagaimana telah dirubah beberapa kali terakhir dengan keputusan KPU Nomor 252/PP.06-Kpt/05/KPU/III/2018.

Lapor DKPP

Anggota tim seleksi KPU Provinsi Maluku, Sherlock Halmes Lekipiouw yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu ( 6/2) membenarkan dirinya bersama tim seleksi yang lain telah diberhentikan oleh KPU RI.

Ia menilai, substansi KPU dalam diktum menimbang yang memberhentikan dirinya dan tim seleksi lainnya adalah catat hukum.

“KPU RI menilai tim seleksi menyalahi aturan PKPU Nomor 7 Tahun 2018 tentang seleksi anggota KPU, tidak menjelaskan secara rinci pada pasal mana yang kami tim langgar, itukan ada pasal 1 sampai 112, berarti, seluruh pasal-pasal tersebut secara administrasi kami salah,” tandas Sherlock.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya akan melaporkan KPU RI ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Ombdusman RI, karena sewenang-wenang memberhentikan tim seleksi anggota KPU Maluku.

“Kami hari Jumat kami sudah masukan laporan ke DKPP dan Ombusman RI, kami nilai ini ada tindakan kesewenangan yang dilakukan oleh KPU RI,” kata Sherlock.

Sementara Ketua KPU RI, Arief Budiman yang dikonfirmasi Siwalima melaluipesanwhatsApp, enggan menjawab.

Hentikan

Sebelumnya KPU Pusat menghentikan sementara proses seleksi komisioner KPU Maluku periode 2019-2024. Keputusan ini diambil menyusul adanya dugaan permainan tim seleksi.

Puluhan peserta dinyata­kan lulus seleksi tes tertulis, namun hanya lima orang yang memenuhi syarat.

Penghentian proses selek­-si itu tertuang dalam surat KPU RI Nomor : 1457/PP.06-SD/305/KPU/XI/2018 terta-nggal 27 November 2018.

Surat dengan perihal koreksi terhadap pelaksanaan seleksi calon anggota KPU Provinsi Maluku periode 2019-2024, yang ditanda tangani oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman itu, ditujukan kepada ketua tim seleksi calon anggota KPU Provinsi Maluku periode 2019-2024.

Ngotot Jalan

Lalu bagaimana sikap tim seleksi calon Anggota KPU Provinsi Maluku Periode 2019-2024 menyikapi surat KPU pusat itu?. Mereka tak ambil pusing. Proses seleksi tetap berjalan. Mereka meni-lai, surat KPU pusat itu, tak jelas.

Hasil seleksi calon ang­-gota KPU Maluku periode 2019-2024 kemudian diserah-kan ke KPU pusat pada bulan Desember 2018 lalu. (S-19)

Sumber: koran Siwalima