MALUKUnews, Jakarta: Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengaku punya dua strategi membesarkan partainya yang tergolong masih berusia muda. Dua strategi yang dimaksud yaitu jaringan dan program tepat sasaran.

“Itu dua hal penting dan tak terpisahkan dalam membesarkan partai. Partai itu harus punya network, punya program yang bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Hary Tanoe saat menyampaikan pidato di HUT ke-1 Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) di Jakarta.

Dengan kebijakan yang tepat sasaran, Indonesia akan lebih cepat maju. Namun, sebaliknya dengan kebijakan yang tidak tepat dan pelaksanaan tidak maksimal menjadikan Indonesia sulit untuk maju.

Kaitannya dengan konteks Perindo di kancah politik nasional, Bos MNC Gup ini mengaku punya target besar di Legislatif, maupun eksektuif. Dia menekankan masa depan Indonesia berada di tangan para pengambil kebijakan, baik eksekutif maupun legislatif.

Menurut dia, legislatif dan eksekutif, adalah hasil dari proses politik. Artinya, jika ingin memajukan Indonesia tidak ada mekanisme lain, selain terjun ke politik.

"Partai Perindo harus bisa ambil peranan penting di jalan pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan dalam kebijakan, dalam legislatif maupun eksekutif, artinya Partai Perindo harus jadi partai besar," ujar Hary Tanoe, Minggu (16/12/2018).

Bergerak Untuk Masyarakat Terkait dengan HUT Gerkindo, Hary Tanoe menilai, kendati baru berusia satu tahu, namun organisasi yang diketuai oleh Yerry Tawalujan sudah banyak melakukan terobosan.

“Beliau dalam setahun sudah banyak melakukan banyak sekali, sangat militan," tutur Hary.

Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia itu menambahkan, Gerkindo bergerak bukan hanya untuk partai, tetapi untuk bangsa dan negara.

"Selamat maju terus, kita akan dukung Gerkindo menjadi sayap yang penting bagi kemajuan Partai Perindo dan bagi kemajuan bangsa Indonesia," kata dia.

Hary memaparkan, selama setahun berdiri, Gerkindo terus menggiatkan berbagai program yang membantu dan membangun masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari program bedah rumah ibadah hingga turun langsung memberikan bantuan bencana alam.

"Seperti yang dilakukan saat tsunami dan gempa melanda Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu," ucap Hary Tanoe. (liputan6.com)