MALUKUnews, Ambon: Dua pasangan Balon Independen Tagop Suulisa-Johozua M. Yoltuwu dan Samuel Waeliruny-Munir Kairoti, hampir dipastikan tak bisa menyerahkan dukungannya ke KPU Maluku. Pasalnya jumlah dukungan minimal yang ditentukan undang-undang belum terpenuhi. Sementara waktu penutupan penyerahan dukungan ke KPU Maluku 26 Nopember 2017.

Balon Gubernur Maluku dari Jalur Independen, Semual Waeliruny, misalnya, ia mengatakan, saat ini jumlah dukungan KTP belum mencapai diatas seratus ribu. Padahal jumlah minimal dukungan yang diapkan itu harus berjumlah diatas 1.228.946 KTP. Jumlah dukungan yang ada saat ini masih jauh dari harapan. “ Kami masih cek relawan kami lagi, apakah sampai batas akhir di KPU itu dukungan kami sudah cukup atau belum, nanti kita liat ya,” ujar Waeliruny saat berbincang dengan Malukunews.co, di Ambon, kemarin.

Hal yang sama juga disampaikan, Balon Gubernur Independen lainnya, Tagop Soulisa, mengatakan, ia pastikan tidak lagi maju menggunakan jalur Independen, karena ia optimis bisa mengantongi rekomendasi partai. “ Memang angka minimal dukungan untuk independen sudah cukup, namun sesuai aturan, jika sudah menyerahkan dukungan, maka otomatis kami tidak bisa lagi mendaftar menggunakan rekomendasi partai politik. Jadi saya lebih memilih menunggu rekomendasi partai saja. Karena saya optimis bisa diakomundir di partai politik,” ujar Tagop kepada Malukunews.co, Kamis, malam.

Panataun Malukunews.co, sejauh ini hanya pasangan Herman Koedoeboen-Abdulah Vanath (HEBAT) yang sudah pasti maju menggunakan jalur Independen di Pilkada Maluku ini. Menurut rencana, pasangan ini baru akan menyerahkan dukungannya ke KPU Maluku pada hari Sabtu (25/11), besok. (Qin)