MALUKUnews, Ambon: Tren publik Maluku soal isu gubernur baru jelang suksesi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku 2018 dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai elektoral incumbent.

Hanya 26,83 persen publik Maluku yang menginginkan gubernur baru, jauh dari angka presentasi terhadap keinginan publik atas petahana di angka 60,34 persen.

Mayoritas masyarakat Maluku inginkan gubernur berpengalaman, hanya 26 persen masyarakat yang interest dengan gubernur baru. Demikian rilis survey terbaru dari Sinergi Data Indonesia (SDI) yang disampaikan Barkah Pattimahu dalam jumpa pers yang berlangsung di Biz Hotel, Selasa (09/01), sore.

Dalam surveinya, SDI juga memotret kemampuan calon dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Maluku. Digambarkan dalam surveinya, bakal calon gubernur Maluku Irjen Pol. Murad Ismail belum bisa mencitrakan diri sebagai calon yang mampu menyelesaikan persoalan di Maluku. Hanya 51 persen publik Maluku yang yakin gubernur baru mampu menyelesaikan persoalan di Maluku.

Survei SDI ini dilakukan pada Desember 2017 dengan mengambil sampel 800 responden yang tersebar pada sebelas kabupaten dan kota ini menempatkan Ir. Said Assagaff sebagai calon gubernur berpengalaman dengan presentasi 88, 37 persen merasa sangat yakin mampu menyelesaikan persoalan di Maluku dengan presentasi angka 60,34 persen publik pemilih yang ingin gubernur berpengalaman. (Bil)