MALUKUnews, Piru: Ikatan Keluarga Besar Huamual (IKBH), melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kamis (09/08), siang.

Aksi ini menuntut supaya lembaga politik itu segera membatalkan Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) dan tolak Desa Lokki, Kecamatan Huamual sebagai negeri adat. Aksi ini di Koordinir oleh sejumlah tokoh muda Huamual, seperti Fadli Boufakar, Abd Rawit Lekahena, Jamaun Kaliky dan Samsul Saleh Heluth.

Aksi demo dibawa kendali Ketua IKBH, Azis Silouw ini mengerahkan masa lebih dari100 orang.

Dalam orasinya, IKBH minta spaya DPRD SBB segera cabut hak Desa Lokki sebagai negeri adat.

Menurut mereka, Desa Lokki tidak bisa menyandang status sebagai negeri adat, sebab Desa Lokki saat ini berada diatas tanah prajakarya dan tidak memiliki hak wilayah yang jelas, jadi tidak pantas memangku status sebagai negeri adat. Sebaliknya Lokki hanya menyandang status desa saja.

“ Kami dari keluarga besar Huamual yang tegabung dalam IKBH menolak Lokki sebagai negeri adat, karena Desa Lokki ada diatas tanah prajakarya yang notabenya itu tanah itu milik Negeri Luhu. Sejarah telah mencatat, Negeri Luhu Huamual itu berbatasan langsung dengan Negeri Eti, Kecamatan Seram Barat. Maka itu kami menolak keras Desa Lokki ditingkatkan statusnya sebagai negeri adat, karena tidak memiliki hak wilayah yang jelas," teriak Abd Rawit Lekahena dalam orasinya itu.

Orator lain juga seperti, Samsul Saleh Heluth, juga lantang dalam orasinya, ia mengatakan, mereka sangat seseli dengan kinerja badan legislasi DPRD SBB yang sengaja menobatkan Lokki sebagai negeri adat. Kira-kira dilihat dari sudut mana sehingga desa Lokki dijadikan sebagai negeri adat. Maka itu kepada badan legislasi DPRD SSBB agar jeli dan harus membatalkan Lokki dijadika sebagai negeri adat. Jika masih saja mau menoobatkan Lokki sebagai negeri adat, maka kami dari IKBH akan melakukan aksi lagi dalam jumlah masa yang lebih banyak. “ Jika DPRD tetap ngotot jadikan Lokki sebagai Neger, dan dituangkan dalam Perda nanti, maka kami tidak segan-segan bertindak keras dengan memboikot jalur daerah Huamual,” anacam Heluth dalam orasinya itu. (War)