MALUKUnews, Piru: Sebanyak tiga puluh delapan keluarga sejahtera pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Dusun Talaga Piru, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mengancam akan melakukan langka hukum maupun aksi demo ke kantor dinas sosial SBB. Ancaman ini disampaikan, mengingat hingga kini mereka tidak lagi memperoleh haknya dari dinas social setempat. Demikian yang disampaikan La Armin, Warga Dusun Talaga Piru, salah satu Keluarga Sejahtera yang tidak dapat haknya itu kepada Malukunews.co, Rabu (05/12).

"Langka hukum dan upaya demo itu guna menuntut hak kita masyarakat miskin, yang diduga telah di selewengkan oleh pihak tertentu . Program Keluarga Sejahtera ini merupakan program Presiden RI Jokowi untuk membantuh masyaraat miskin di Indonesia," ujar La Armin.

Sementara itu ditempat yang sama, La Bulode, yang juga keluarga sejahtera, mengatakan, selama ini mereka semua mendapat haknya, tetapi yang anehnya, saat pembagian bantuan sosial beberap hari lalu, mereka sudah tidak lagi diberikan haknya tanpa ada alasan apapun dari pihak dinas sosial. Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya.

Lanjut La Bulode, besok atau lusa mereka mulai bergerak dengan upaya hukum dan demo. Aksi itu dilakukan untuk mendesak polisi atau kejaksaan segerah proses kepada dinas social SBB. " Pembagian beras Rastra tahap pertama dan kedua kami terima, dan yang aneh ditahap ke tiga, kita tidak di berikan hak lagi. Padahal ini hak kita,” ujar Bulode.

Hingga berita ini dipublikasikan, Malukunews.co belum berhasil menghungi kepala dinas social SBB untuk dimintai tanggapannya. (Qin)