MALUKUnews, Ambon: Tim Penasehat Hukum (PH) Remon Puttilehalat, melaporkan PPNS Dishut Maluku ke Kejati Maluku, Kamis (7/9), terkait dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap Remon.

Mereka yang dilaporkan adalah Kepala Bidang Perlindungan Hutan, Penyuluhan dan Pemberdayaan Mas­yarakat, Sandhy Luhulima se­laku terlapor I, Richard Risakotta selaku terlapor II dan Yandri Solisa selaku terlapor III.

“Laporan Nomor :186/LO-HA/LP/IX/2017 itu telah kami sampaikan ke Kejati Maluku melalui bagian Tata Usaha, yang melaporkan PPNS Dis­hut Maluku yang diduga melakukan pelanggaran HAM,” tandas Antho­ny Hatane selaku PH Remon kepada wartawan diambon, Kamis (7/9).

Dalam laporan tersebut dijelas­kan, satu Remon telah ditangkap dan ditahan secara tidak sah sesuai Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP.Tangkap.01/PPNS-DK/VIII/2017, tertanggal 16 Agustus 2017 dan Surat Perintah Penahanan Nomor : SP.Han.01/PPNS-DK/VIII/2017 tanggal 16 Agustus 2017. Hal ini sesuai putusan PN Ambon Nomor : 06./Pid.Pra/2017/PN.Amb, tanggal 31 Agustus 2017.

Dua, dalam amar putusan PN Am­bon memerintahkan untuk segera me­ngeluarkan Remon dari tahanan. Te­tapi dilakukan oleh PPNS. Begitu juga PPNS tidak mengembalikan dan me­mulihkan hak Remon dalam kemam­puan, kedudukan, harkat, martanat ser­ta nama baik sesuai amar putusan itu.

Tiga, Remon saat ini dalam kondisi sakit, tetapi PPNS memaksanakan kehendak untuk memanggilnya guna dilakukan tahap II.

“Penangkapan dan penahanan atas diri klien kami adalah tidak sah dan merupakan pelanggaran terha­dap HAM, sehingga merupakan ke­wenangan kejaksaan untuk mela­kukan penyidikan sebagaimana di­atur dalam pasal 9 UU Nomor 26 ta­hun 2000 tentang Pengadilan HAM,” tandas Hatane.

Hatane menambahkan, laporan ter­hadap PPNS Dishut Maluku ini tem­busannya juga disampaikan kepada Jaksa Agung, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum di Kejagung, serta pimpinan Komnas Ham.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikon­firmasi Siwalima, mengaku belum tahu kalau ada laporan dari PH Remon. “Saya belum mendapat informasi, nanti besok saya cek,” ujarnya.

Sementara Kepala Dishut Malu­ku, Sadli Ie, yang dihubungi tak menjawab telepon. SMS yang kirim juga tidak direspons. (S5)