MALUKUnews, Ambon: Panwas Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, menyita 50 kaleng pupuk cair yang bermerek salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Pupuk cair ini hendak di bawa ke desa-desa yang ada di pegunungan Taniwel, namun sempat dicegah oleh Panwas Kecamatan setempat, Sabtu, (02/06), pagi. “ Kami menyita 50 kaleng pupuk cair ini disalah satu rumah warga di desa Taniwel. Kaleng-kaleng ini berlebel foto pasangan Cagub-Cawagub Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO),” ujar Ketua Panwas Kecamatan Taniwel, Esau Maketake saat dihubungi Malukunews.co, Sabtu (02/06), malam.

Lanjut Maketake, barang bukti ini sudah diserahkan ke Panwas Kabupaten SBB untuk diproses lebih lanjut. Menurut Maketake, pasangan calon kepala daerah dilarang memberikan bantuan kepada masyarakat selama proses pencalonan.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Maluku, Polly Titaley, yang dihubungi Malukunews.co, Sabtu, malam, membenarkan, kalau ada penyitaan pupuk cair bermerek salah satu pasangan Cagub-Cawagub oleh Panwas Kecamatan Taniwel itu. “ Kasus ini sedang ditangani kawan-kawan Panwas kabupaten SBB,” ujar Titaley singkat.

Lanjut Titaley, beberapa hari lalu, kasus yang sama juga ditemuakan di Desa Uraur, SBB. Dan kasus ini sudah dilimpahkan ke Gakkumdu untuk diproses lebih lanjut. “ Sesuai aturan, bantuan seperti ini boleh saja dilakukan oleh pasangan calon, namun harus pada saat sedang kampanye dan jumlah bantuan itu harus dibawa harga Rp. 25 ribu. Kenyataannya, setelah dicek, pupuk cair kaleng ini harganya sudah diatas Rp. 25 ribu rupiah per kalengnya.

Malukunews.co, yang mengkonfirmasi kasus ini ke pihak pasangan BAILEO, mengatakan, peredaran pupuk cair ini hanya untuk kelangan internal saja, jadi tidak ada masalah. “ Silahkan proses saja, kami juga sudah memperhitungkan dampak dari peredaraaan pupuk cair itu,” ujar salah satu tim suskes BAILEO. (Qin)