MALUKUnews, Ambon: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, Brigjen Pol Rusno Prihardito, mengaku pihaknya tak segan-segan membongkar habis jejaring narkoba dimana pun di Maluku.

Ketika dimintai konfirmasi terkait ada empat Anggota Legeslatif (Aleg) SBB yang terlibat norkoba, Rusno tak mengelak, jika empat orang anggota DPRD Kabupaten SBB telah ‘terindentifikasi’. Demikian pernyataan Risno yang dilansir dari harian kabar timur, terbitan hari ini.

“Ya memang empat orang anggota legislatif di SBB jadi target kita,” akui Rusno di ruang kerjanya. Namun Rusno enggan membeberkan nama-nama anggota DPRD Kabupaten SBB dimaksud. Dengan alasan belum waktunya dipublikasikan.

Perwira tinggi Polisi ini menandaskan, Provinsi Maluku masuk peringkat kasus narkoba tertinggi di Indonesia. Sejajar dengan tingkat prevelensi HIV/AIDS dengan ODHA, yang menembus angka 3000-an kasus yang terdeteksi di Maluku.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, BNN Maluku telah menciduk Sekretaris Dewan di DPRD Kabupaten Seramb Bagian Barat (SBB) Markus Teken. Teken saat itu tertangkap tangan sedang memakai narkoba di salah satu penginapan di Gemba, Kecamatan Kairatu, SBB. (Qin)