MALUKUnews, Ambon: Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Adat Saka Mese Nusa (Himasanu),melakukan aksi damai di kantor DPRD Seram bagian Barat (SBB) di Piru, Rabu (12/09).

Dalam aksinya, mereka mendesak DPRD SBB segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Adat yang selama ini terkatung proses pembahasannya di gedung rakyat itu. Aksi Himasanu ini diterima Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD SBB, Hendrik Sariholo bersama anggota Baleg lainnya.

Para pendemo ini juga bersuara keras, bahwa segera dievaluasi kinerja anggota DPRD terkait penggunaan anggaran Perda. “ Perda Adat ini telah menguras biaya miliran rupiah uang negara, namun hingga kini Perda itu tak pernah selesai, ada apa ini,” teriak salah satu pendemo.

Aksi ini dikawal ketat aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kabag Ops Polres SBB, AKP. Akmil Djafa. Atas kerjasama yang baik para pendemo dan petugas keamanan, membuat aksi ini pun berjalan aman dan lancar.

Puluhan pendemo dari Himasanu ini kemudian melanjutkan aksinya di kantor Bupati SBB di Piru. Mereka mendesak Bupati, M. Yasin Payapo, supaya segera melakukan pemilihan kepala desa tahun ini juga. Tak boleh ada lagi karateker kepala desa seperti saat ini. Pemilihan kepala desa ini harus segera dilaksanakan demi menjaga stabilitas masyaarkat desa. “ Kami minta supaya 92 desa yang ada di SBB ini supaya dalam tahun ini juga bisa melaksanakan pemilihan kepala desanya. Pak bupati tolong pimpin SBB ini dengan baik. Katanya dalam slogannya kase bae SBB, tapi ternyata lebe kase rusak,” ujar salah satu pendemo dengan emosinya. (MN-01)