MALUKUnews, Huamual: Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat (SBB) dan aparat kepolisian setempat mulai bertindak tegas dengan meminta seluruh penambang supaya segera mengosongkan areal penambangan Hatu Tambaga di Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Sebelumnya pihak Polsek Huamual juga telah melakukan sosialiasi kepada masyarakat terkait adanya penambangan tanpa izin di Hatu Tambaga. Penambangan tanpa izin ini memiliki konsekwensi hukum seperti yang tercantum dalam UU No. 4 Tahun 2009, tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

Sejauh ini pihak kepolisian juga sudah menyebarkan selebaran yang berisi himbauan supaya stop penambangan ilegal. “ Stop Tambang Ilegal, segala bentuk penambangan tanpa izin adalah tindak pidana melanggar pasal 158 Jo 161 UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, pelanggar diancam dengan pidana paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak 10.000.000.000,` ( sepuluh milyar rupiah ), “ demikian bunyi himbauan tertulis di spanduk yang berukuran satu meter kali satu meter setengah dan selebaran yang dibagikan kepada penambang.

Selain itu,Senin, awal pekan kemarin, himbauan juga dilakukan oleh Pemerintah Desa Luhu, dengan cara melakukan pertemuan dengan penambang yang berada di lokasi Hatu Tambaga, baik di gunung maupun di pantai Hatu Putiah. Mereka diberikan arahan supaya seluruh penggalian segera diturunkan.

Selanjutnya, para penambang yang beraktivitas di kawasan gunung Hatu Tambaga itu sangat merespon himbauan yang disampaikan. Mereka mengemas barang-barang maupun peralatan penambangan untuk diturunkan. “ Kami sangat memahami dan merespon himbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah Desa Luhu hari ini dan kami penambang dari Desa Luhu semuanya sudah turun, “ ucap salah satu penambang, Samade Sillehu kepada Malukunews.co, Rabu (13/09).

“ Barang barang kami, berupa mesin genset, jet hammer, blower, kulkas dan semua bahan bahan keperluan penambangan lain sudah tidak ada lagi disini (lokasi tambang),” ujarnya.

Sillehu juga meminta pemerintah memperhatikan mereka setelah penutupan tambang ini. “ Dengan ditutup lokasi pertambangan banyak sekali terjadi pengangguran. Kkami minta tambang bisa dibuka kembali dalam waktu dekat ini karena disinilah tempat kami mencari sesuap nasi demi menghidupi keluarga, “ pinta Sillehu. (Juhari)