MALUKUNews, Ambon: Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon mendesak gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff untuk membatalkan rencana penanaman Kelapa Sawit di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang dimotori oleh Bupati SBB, Yacobus F Puttilehalat. Sebab proyek pengembangan pertanian selama ini hanya dilakukan asal-asalan hingga berujung pada tindakan korupsi. Demikian aspirasi yang disampaikan puluhan aktifitas GMNI Kota Ambon, saat melakukan aksinya di depan pintu gerbang kantor gubenrur Maluku, Rabu (24/09), siang.

Menurut mereka, program pembukaan ratusan hektar lahan untuk penanaman kelapa sawit di Taniwel tahun ini dinilai hanya menguntungkan para pejabat saja.

“ Realitas yang terjadi adalah lahan kaum tani dipersempit dengan membuka peluang besar bagi investor untuk hanya mencari keuntungan semata, “ teriak Amtu, salah satu anggota GMNI dalam orasinya.

Selain membatalkan proyek penanaman kelapa sawit itu, GMNI juga mendesak gubernur juga untuk menghentikan semua aktifitas penambangan emas secara liar di Kabupaten Buru dan penambangan emas di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) hingga rencana penanaman tebu di Kepulauan Aru.

Menurutnya proyek eksplorasi hasil alam dinegeri ini hanya akan melahirkan dampak negatif yang berujung pada penderitaan rakyat. Aktifitas pembabatan hutan untuk proyek pertanian dan sejumlah aktifitas penambangan dinilai hanya akan menggusur dan merampas lahan masyarakat adat di negeri ini.

Dalam aksinya memperingati hari Agraria, GMNI secara serempak diseluruh Indonesia bersama elemen tani mendesak pemerintah untuk melaksanakan UU PA No. 5 Tahun 1960 dan menjamin redistribusi tanah untuk petani dan segera selesaikan seluruh kasus konflik agraria sebagai akibat dari liberalisasi agraria dengan praktek perampasan tanah. (Bil)