MALUKUnews, Piru: Ratusan pegawai honorer K2 meminta dengan tegas Pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam hal ini Bupati Moh. Yasin Payapo untuk bersama-sama memperjuangan nasib mereka ke Pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PNS tanpa melalui tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018.

Hal ini disampaikan Ketua koordinator Honorer K2 Musa Nurue dalam orasinya saat ratusan honorer K2 lingkup Pemkab SBB melakukan aksi demo di halaman kantor Bupati SBB Kamis (11/10).

Dalam orasinya dirnya meminta, Pemerintah daerah dalam hal Ini Bupati untuk bersama-sama memperjuangkan nasib mereka di pemerintah pusat agar diangkat menjadi PNS tanpa seleksi dan batas usia.

“Saya dan teman-teman honorer K2 melakukan aksi bukan untuk melawan pemerintah daerah, tetapi aksi damai ini tujuannya mimintah bantuh pemerintah daerah bersama-sama dengan kami memperjuangankan nasib kami ke pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PNS,” jelasnya

Ia juga menyampaikan sejumlah tuntutan tertulis, memitah pemerintah pusat segera merevisi UU Nomor 5 Tahun 2015 tentang pengangkatan PNS. “Kami minta pemerintah pusat merevisi UU nomor 5 tahun 2015, agar nasib para honorer K2 di seluruh wilayah indonesia khususnya SBB dapat memiliki status yang jelas,” ucapnya.

“Kami Honorer K2 menolak diangkat menjadi pegawai P3K, karena menurut mereka pegawai P3K tak beda dengan karyawan swasta. Kami bukan karyawan perusahaan, tetapi kami jmerupakan pegawai honor yang selama ini mengabdi selama betahun-tahun ,” tegasnya.

Pantauwan Siwalima, setelah pendemo berorasi kurang lebih 1 jam, Sekretaris daerah (Sekda) Mansur Tuharea didampingi Kepala Kepegawaian SBB Gasper Pesireron dan Kapalah Kesbanpol SBB Saban Patty menemui para demonstran.

Dalam kesempatan itu, Sekda SBB Mansur Tuharea menyamapaikan bahwa Pemerintah daerah akan bersama-sama honorer K2 memperjuangkan nasib mereka ke pemerintah pusat.

“Kami mendukung penuh aksi honorer K2, untuk itu kami akan perjuangan ke pemerintah pusat bersama-sama dan Pemda SBB siap mengawal . hal ini sebagai betuk dukungan dari pemerinrah daerah,” tuturnya.

Tuharea juga menambahkan, Pemerintah daerah juga akan membantu upaya honorer K2 ini berangkat ke Jakarta menemui pemerintah pusat untuk berjuang bersama-sama demi nasib tenaga honorer K2 yang selama ini suda mengabdi bertahun-tahun. (S-48)