MALUKUnews, Piru: Lembaga kewartawanan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), melakukan deklarasi menolak berita hoax yang belakangan marak di Media Sosial (Medsos). Deklarasi ini berlangsung di Tugu Ina Ama, Kota Piru, Seram Bagian Barat, Kamis (15/03).

"Kami menolak dengan keras berita hoax, ujaran kebencian dan anti SARA di wilayah Kabupaten SBB. Kami mendukung Polri dalam mengusut tuntas pelaku penyebaran berita hoax, ujaran kebencian dan anti SARA yang mengancam keutuhan NKRI, NKRI harga mati," demikian bunyi deklarasi anti hoax yang dikumandangkan para jurnalis di SBB ini.

Hadir dalam Deklarasi itu, Kasatintelkam, Iptu Marthen Wenno didampingi Kabid Humas Polres SBB, AKP N. Tahapari, Plt. Ketua PWI, Andreas Uniana, Ketua IPJI Maluku, Jacobus Heatubun dan para jurnalis SBB.

Kasat Intelkam Polres SBB, Iptu Marthen Wenno, mengatakan, ini merupakan intruksi pimpinan untuk menangkal berita bohong di media sosial. Olehnya pihak kepolisian mengcover, melaksanakan, mengantisipasi semua pemberitaan bohong yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di Medsos.

"Sudah tiga hari ini kami melaksanakan kegiatan sosialisasi menangkal berita bohong, khususnya di wilayah SBB. Harapan kami apabila masyarakat di Kab SBB mendapati berita-berita bohong atau hoax, segera melaporkan hal tersebut kepada Pihak Kepolisian, baik pada tingkat Polres ataupun Polsek," jelasnya. (KJ)