MALUKUnews, Ambon: Tiga oknum anggota polisi diciduk saat hendak menjual barang bukti (BB) merkuri di Pasar Mardika, Ambon.

Mereka yang diciduk adalah dua anggota Bri­mob Polda Maluku, Brip­ka JM dan Brigpol AP serta Bripka S, anggota Buser Polres Pu­lau Ambon dan Pulau-pu­lau Lease.

BB tiga jeri­gen berisi mer­kuri seberat 62 Kg yang hen­dak dijual itu, milik warga Du­sun Waipula, Desa Ureng Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malu­ku Tengah, La Andi Taipabu.

Informasi yang diperoleh Siwa­lima, Kamis (28/12) menyebutkan, ketiga anggota polisi itu, ditangkap oleh KBO Satresnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Usman Risahonduan, di kawasan Pasar Mardika, Minggu (24/12).

Bripka JM, Brigpol AP dan Bripka S awalnya ditugaskan untuk me­nangkap La Andi Taipabu. Namun saat tiba di Dusun Waipula, Andi berhasil kabur, dan meninggalkan tiga jerigen berisi merkuri.

Bukannya melaporkan kepada atasan, ketiga anggota polisi ini malah bersepakat untuk menjual BB tersebut. Tetapi, bergerakan mereka tercium. Mereka berhasil ditangkap sebelum menjual BB itu.

“Setelah mendapat informasi anggota Satresnarkoba langsung bergerak. Ketiga anggota berhasil diamankan di kawasan Pasar Mardika,” jelas sumber di Polres Pulau Ambon.

Setelah diinterogasi, ketiga ang­gota itu mengakui BB merkuri tersebut milik La Andi. Sejumlah anggota polisi langsung bergerak mencari Andi. Bripka JM, Brigpol AP dan Bripka S juga diminta ikut, karena mereka mengetahui lokasi ditemukannya merkuri tersebut.

Andi berhasil ditangkap Senin (25/12) di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kecamatan Maluku Tengah.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hady Santoso yang dikonfirmasi terkait keterlibatan anggota polisi dalam kasus merkuri, tak mau berkomentar. Ia menyarankan untuk menanyakan kepada Kasat Reskrim.

“Langsung saja ke Kasat Reskrim. Saya saya belum dapat laporan hasil pemeriksaanya seperti apa,” ujarnya singkat.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Teddy yang dikonfirmasi wartawan di ruangan kerjanya, Kamis (28/12), membenarkan tiga anggota polisi diamankan, karena diduga ingin menjual BB tiga jerigen merkuri.

“Tiga anggota polisi tersebut telah diperiksa oleh penyidik Sat­resnarkoba Polres sebagai saksi. Untuk La Andi Taipabu pemilik barang telah diamankan oleh unit Buser di daerah jembatan batu, Desa Hatu. Sudah enam saksi telah dipe­riksa oleh penyidik,” jelas Teddy.

Soal keterlibatan dua anggota Brimob, Bripka JM dan Brigpol AP, Teddy enggan berkomentar. Se­dangkan Bripka S, sementara men­jalani pemeriksaan di Propam.

“Sedang diproses pemeriksaan oleh Propam,” ujarnya.

Teddy menambahkan, SPDP atas nama tersangka La Andi Taipabu telah dikirim ke jaksa. Ia dijerat dengan pasal 158 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Sementara Kasat Brimob Polda Maluku, Kombes Agus Pujianto yang dikonfirmasi terkait keterlibatan dua anggotanya tak menjawab telepon. Pesan yang dikirim melalui whatsapp juga belum dibalas. (S-27)

Sumebe: Siwalima