MALUKUnews, Ambon: Kondisi keamanan di Desa Latu dan Hualoy di Kecamatan Amalatu, Seram Bagian Barat, yang dilaporkan berkonflik kini mulai kondusif.

Aparat keamanan dari Polres SBB, Brimob dan TNI dari Kodim, mampu menghalau dan mengamankan pertikaian antar kedua desa bertetangga itu. Kedua desa itu terlibat bentok Selasa malam dan baru berhenti Rabu (20/02) pagi.

Kabag Ops Polres SBB, AKP Akmil Djafa yang dihubungi Malukunews.co, via ponselnya mengatakan, kondisi keamanan di Desa Latu dan Hualoy, hingga Rabu, sore, ini sudah cukup membaik. Meskpun sudah aman, namun aparat keamanan masih terus berjaga di kedua perbatasan, guna mencegah dan mengantisipasi konflik susulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat betrokan itu, dua orang warga Latu mengalami luka. Kedua korban luka itu bernama, Jubar Riring (30) dan Hamdani Patty yang terkena luka tembakan di tangan bagian kanan, dan kini sedang di rawat di Puskesmas Desa Latu. Sedangkan satu orang warga Latu lainnya dikabarkan tewas bernama Taher Pelu.

Sementara, Desa Tomalehu yang ada di perbatasan kedua kampung itu, juga terkena imbas dari konflik kedua desa itu. Data yang dihimpun Malukunews.co, juga menyebutkan, sedikitnya tujuh bangunan di Desa Hualoy dan Tomalehu terbakar. Di antaranya 1 unit SD Negeri Hualoy, 1 unit SD Tomalehu, 1 unit SMP Tomalehu, 2 rumah warga dan 2 unit rumah yang ada di perumahan guru. (Qin)