MALUKUnews, Ambon: Nasib Ramidin Lamakoro, nelayan asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang diduga hilang di laut saat memancing ikan, masih misterius. Delapan hari sudah, pemuda Desa Kawa Kecamatan Seram Barat, ini belum ditemukan sejak menghilang pada 29 September lalu.

Upaya pencarian yang dilakukan tim Basarnas Ambon sejak 2 Oktober lalu belum membuahkan hasil. Padahal, wilayah pencarian yang dilakukan tim penyelamat sudah diperluas. “Sampai saat ini (kemarin) pencarian terhadap korban masih nihil,” ungkap Muslimin, Kepala Basarnas Ambon kepada wartawan, Minggu (7/10).

Pencarian terhadap korban, kata Muslimin, tidak hanya melibatkan tim SAR Ambon, tapi juga pelibatan tim SAR Ternate, Provinsi Maluku Utara. Meski begitu, hingga kemarin sore, korban yang menangkap ikan menggunakan satu unit longboat, belum ditemukan.

“Tim SAR Ambon dan Ternate masih terus berkoordinasi. Koordinasi juga terus dilakukan bersama potensi SAR terkait lainnya. Proses pencarian dan pemantauan sampai sore hari ini (kemarin) masih nihil,” tambah Muslimin.

Sebelumnya diberitakan, Ramidin Lamakoro, nelayan asal Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), diduga hilang saat memancing ikan di laut. Pemuda 28 tahun ini diketahui menangkap ikan di perairan laut Desa Kawa, 29 September lalu. Hingga hari ke empat sejak dinyatakan hilang, Ramidin belum ditemukan.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Ambon, Muslimin, mengungkapkan, pencarian yang dilakukan tim sejak 2 Oktober lalu hingga kemarin sore belum membuahkan hasil. Pencarian dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari Kadir, warga setempat.

“Kami dapat info dari Bapak Kadir tanggal 2 Oktober. Yang bersangkutan menghubungi kami pada pukul 21.00 WIT. Menurut Bapak Kadir korban pergi melaut pada pada 29 September jam 03.00 WIT,” ungkap Muslimin kepada wartawan, Rabu (3/10).

Mendapat informasi adanya orang hilang, tim Basarnas Ambon kemudian berkoordinasi dengan Audi yang merupakan keluarga korban. “Kata Audi, masyarakat setempat sudah melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil,” jelasnya.

Mendapat kejelasan informasi tersebut, pihaknya, tambah Muslimin, kemudian mengerahkan Team Rescue Pos SAR Namlea, Kabupaten Buru. Tim bergerak melakukan pencarian sejak pukul 07.30 WIT.

Proses pencarian dibantu masyarakat Kawa dan Pulau Kasawari, SBB. Tim SAR menggunakan RIB, sementara warga menggunakan dua unit longboat. Sejumlah kawasan yang diperkirakan korban hilang telah dilalui. “Sampai sore ini sekitar jam 18.00 WIT (kemarin), hasil pencarian masih nihil,” ungkap Muslimin.

Mengingat hari sudah gelap dan kondisi cuaca kurang bersahabat, tim pencarian memutuskan untuk beristirahat. Menurut Muslimin, pencarian baru akan kembali dilakukan hari ini. “Sementara ini tim sudah berisitirahat. Mengingat hari sudah gelap dan cuaca sedikit mulai kurang bersahabat. Besok pagi baru dilanjutkan,” ujarnya.

Muslimin mengakui, saat pencarian dilakukan, kondisi alam kurang bersahabat. Dimana terjadi hujan ringan dan kecepatan angin sebesar 5 sampai 20 Knot perjam. “Kondisi gelombang tadi (kemarin) setinggi 0.5 sampai 1 meter. Tim pencarian terdiri dari Rescue Pos SAR Namlea, masyarakat Kawa, dan Pulau Kasawari,” tandasnya. ( CR1)

Sumber: Koran Kabar Timur