MALUKUnews, Ambon: Sempat dikabarkan hilang di laut saat menangkap ikan, Basdir Abbas (37) dan Darul Astar (31), warga Desa Lautang, Kecamatan Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Kamis (11/10).

Peristiwa membahayakan nyawa manusia di laut kembali terjadi. Dua nelayan asal Banda yang berlayar mencari ikan menggunakan sebuah longboat sejak 10 Oktober, pukul 03.00 WIT, lalu, itu belum kembali dari laut hingga pukul 11.00 WIT, kemarin.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Ambon, Muslimin, mengaku, pihaknya telah mengerahkan Tim Rescue SAR Pos Banda melakukan pencarian menggunakan RIB (speed karet). Proses pencarian dibantu nelayan setempat. Basdir dan Dasrun, diduga hilang saat mencari ikan di Perairan Laut Pulau Hatta, Kepulauan Banda.

“Sampai pukul 10.10 WIT tadi (kemarin), dua nelayan itu belum kembali. Keluarga korban atas nama Bapak Baharudin kemudian melaporkan kepada Pos SAR Banda,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Dari laporan yang diterima melalui Koordinator Pos SAR Banda, dua warga itu tidak seperti biasanya menangkap ikan dan belum kembali hingga siang kemarin. Olehnya itu, tim SAR mengerahkan personel melakukan pencarian menggunakan RIB (speedboat karet). Pencarian dibantu masyarakat lokal.

“Pencarian dilakukan pada lokasi kejadian sesuai info yang diterima yakni berada di koordinat 04? 27’33”S – 130? 09’33”E. Sampai sore ini proses pencarian masih nihil. Untuk sementara dihentikan, dan akan dilanjutkan besok,” tandasnya.

DITEMUKAN

Terpisah, Kepala Polsek Pulau Banda AKP. Riky Adi Prabowo, menyampaikan bahwa dua nelayan yang dikabarkan hilang telah ditemukan kembali. Mereka terdampar di Pulau Geser, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Longboat mereka kehabisan minyak tanah.

“Mereka berdua pergi memancing ikan Tuna di Laut Banda yang berbatasan dengan perairan laut Geser, Kamis, 10 Oktober. Namun pada pukul 19.00 WIT, mereka kehabisan minyak tanah,” ungkapnya.

Mengingat persedian minyak tanah semakin menipis, kedua nelayan itu kemudian mempertimbangkan untuk menghentikan pencarian ikan. Mereka langsung menuju Pelabuhan Geser. “Mereka tiba di Geser pukul 21.00 WIT,” jelasnya.

Tiba di Geser, keesokan harinya mereka membeli persediaan Minyak Tanah dan Oli, pukul 01.00 WIT, dini hari. Sempat beristirahat sejenak, dua nelayan tersebut kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Banda Naira.

“Pada pukul 07.00 WIT, mereka berangkat dari Geser dan tiba di Pelabuhan Pulau Sat, RT. 03 Negeri Kampung Baru pukul 14.00 WIT, dengan selamat,” tandasnya. (CR1)

Sumber: Koran Kabar Timur