MALUKUnews, Huamual: Sejak listrik masuk melayani masyarakat di petuanan Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kondisi pelayanan listrik pada PT. PLN Ranting Luhu memprihatinkan. Pasalnya, sampai saat ini ditemui tiang listrik PLN di wilayah itu masih menggunakan tiang kayu.

Pemandangan miris ini terlihat di Dusun Lirang, Desa Luhu, Kecamatan Huamual. Pemancangan tiang listrik dengan menggunakan kayu itu sudah berlangsung sejak tahun 2015 lalu dan kini sudah memasuki 4 tahun, namun belum juga dilakukan pergantian dari kayu ke tiang besi oleh pihak PT. PLN Ranting Luhu.

Saat pemancangan tiang kala itu, pihak PT. PLN Ranting Luhu mengatakan, bahwa tiang kayu digunakan untuk sementara waktu, selanjutnya akan digantikan dengan tiang besi. Namun hingga saat ini janji yang pernah diucapkan itu tak kunjung direalisasikan.

Ada sejumlah tiang kayu yang digunakan juga kini kondisinya memprihatinkan. Diharapkan PT. PLN Ranting Luhu bisa turun langsung ke Dusun Lirang untuk melihat langsung kondisi tiang-tiang pancangan yang sangat rawan beresiko itu.

“ Selaku warga kampung, beberapa kali kami sudah meminta kepada pimpinan PT. PLN Ranting Luhu melalui petugasnya di lapangan untuk mengganti tiang kayu itu dengan tiang besi. Namun hingga saat ini belum juga ada jawaban, ” tutur Anas Kaimudin, warga Dusun Lirang kepada Malukunews.co, Sabtu (02/06), pagi.

Dalam permintaanya itu, intinya kata Kaimudin, warga Dusun Lirang melaporkan kondisi tiang listrik yang terbuat dari kayu dan kondisinya kini mengalami kerusaakan (pelapukan). Ada beberapa tiang yang sudah mulai roboh bersama kabel. “ Dengan kondisi seperti ini kami meminta agar tiang kayu diganti dengan tiang besi. Kami khawatir warga kami bisa kena strum jika tiang listrik ini rubuh akibat kayunya lapuk,” ujar Kaimudin.

Selaku masyarakat di Dusun Lirang, sekali lagi kami mempertanyakan kapan PT. PLN Ranting Luhu akan menggantikan tiang-tiang kayu listrik itu dengan tiang-tiang besi. Karena tiang yang sumulai lapuk dan mau roboh bersama kabel itu sangat berbahaya bagi masyarakat. (Bil)